Pastor Pius Heljanan MSC Ajak Umat Hidup Jujur, Adil, dan Bebas dari Kemunafikan
Oleh: joko
Pastor Pius Heljanan MSC: “Bunuhlah Kemunafikan dalam Dirimu, Jangan Jadi Seperti Kuburan yang Dicat Putih.”
Pesan Rohani Pastor Pius Heljanan, MSC di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran
Pagi Penuh Makna di Lauran
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Rabu (27 Agustus 2025) – Pagi yang teduh di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menjadi momen refleksi iman yang dalam. Pastor Pius Heljanan, MSC, selaku gembala di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, menyampaikan pesan rohani yang menyentuh hati umat.
Dalam renungan yang sarat makna itu, Pastor Pius mengajak umat untuk berani menanggalkan kemunafikan dalam hidup sehari-hari.
Jangan Hanya Memoles Luar, Lupa Memperindah Hati
“Saudaraku, ada anak-anak Tuhan yang sibuk memoles fisiknya agar terlihat menarik, tetapi lupa mempercantik hati dan jiwanya,” ujar Pastor Pius dengan nada lembut namun tegas.
Beliau mengutip sabda Yesus dalam Kitab Matius 23:27-32: “Hai kalian orang-orang munafik, kalian itu seperti kuburan yang dilabur putih. Dari luar tampak indah, tetapi di dalamnya penuh kebusukan.”
Menurutnya, pesan ini menjadi peringatan agar manusia tidak terjebak pada pencitraan semu. “Hati yang kotor—penuh kebencian, dusta, iri hati, dan rancangan jahat—tidak akan pernah berkenan di hadapan Tuhan,” tambahnya.
Hidup Seimbang: Lahir dan Batin
Pastor Pius menegaskan bahwa Tuhan menghendaki umat-Nya untuk hidup dalam kejujuran, kebenaran, dan keadilan, baik kepada Tuhan maupun sesama.
“Hiduplah jujur, benar, dan adil. Bangun hidupmu dalam keseimbangan, lahir dan batin. Bebaskan dirimu dari pencitraan dan kemunafikan,” pesannya yang disambut dengan hening penuh permenungan oleh umat yang hadir.
Renungan yang Membebaskan
Pesan rohani ini tidak hanya menjadi pengingat bagi umat Katolik di Lauran, tetapi juga relevan bagi siapa pun yang bergulat dengan tantangan hidup modern.
Pastor Pius Heljanan, MSC, menutup renungannya dengan ajakan: “Bebaskan dirimu dari kemunafikan, karena hanya dengan hati yang tulus, manusia dapat sungguh-sungguh hidup bagi Tuhan dan sesama.”