April 23, 2026

Pastor Pius Heljanan, MSC: Jadilah Jembatan Cinta, Bukan Tembok Penghalang

Oleh : joko

Pesan Damai dari Lauran: Mengasihi Tanpa Memandang Bulu, Mat 19:13-15 Hidup dalam Aksi: Pastor Pius Heljanan Ajak Umat Menjadi Penghubung Kasih, Panggilan untuk Peduli pada yang Lemah

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Sabtu, 16 Agustus 2025
Pagi itu, suasana Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, terasa teduh. Di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Pastor Pius Heljanan, MSC, yang memimpin Kuasi Paroki setempat, menyampaikan pesan rohani yang sarat makna.

Mengangkat tema “Dirimu Jembatan, Bukan Tembok dalam Hidup Bersama”, Pastor Pius mengajak umat untuk merenungkan sabda Yesus dari Injil Matius 19:13-15: “Janganlah menghalang-halangi anak-anak datang kepada-Ku.”

Hati yang Terbuka untuk Sesama

Pastor Pius mengingatkan bahwa dalam kehidupan bersama, sering ada orang yang tanpa sadar menjadi penghalang bagi sesamanya yang ingin berbuat baik. Ada yang merasa tidak nyaman, bahkan terganggu, ketika orang lain mendapat pujian karena kepeduliannya terhadap sesama.

“Yesus tidak pilih kasih. Ia menerima, menghargai, dan di hadapan-Nya semua orang sama,” ujar Pastor Pius. Baginya, anak-anak menjadi simbol orang miskin, terlantar, terpinggirkan, dan lemah — mereka yang membutuhkan perhatian khusus.

Menjadi Simbol Kasih dan Kepedulian

Pesan itu mengajak umat untuk tidak bersikap iri hati atau menutup jalan bagi orang lain yang ingin berbuat kebaikan. Sebaliknya, setiap orang dipanggil untuk menjadi penghubung kasih.

“Yesus menghendaki kita peduli pada sesama. Jadilah jembatan cinta dalam berbuat baik, bukan tembok yang menghalangi orang berbuat baik,” tegasnya.

Kehadiran yang Menghidupkan

Bagi Pastor Pius, sikap seperti ini adalah wujud nyata iman. Menjadi jembatan berarti menghadirkan kebaikan, membuka ruang bagi semua orang, dan membangun suasana penuh damai. Sikap ini juga mencerminkan hati yang mau belajar dari Yesus, yang memberi tempat istimewa bagi yang kecil, lemah, dan tersisih.