RD. Domincs Baldawins Masriat: Taat dan Rendah Hati Membawa Kita pada Yesus
Oleh : joko
Kasih Allah Menyapa dari Central Seminary UST Manila, Pesan Rohani di Pekan Biasa XIX: Jangan Menjadi Penghalang Menuju Yesus
http://suaraanaknegerinews.com | Suasana penuh keheningan dan syukur terasa di Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST) Manila, Filipina, ketika RD. Domincs Baldawins Masriat, putra asli Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, menyampaikan renungan dalam program Sejenak Sabda pada Sabtu, 16 Agustus 2025.
Sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, RD. Domincs mengajak umat untuk merenungkan bacaan liturgi Hari Biasa Pekan XIX, yang diambil dari Yosua 24:14-29 dan Matius 19:13-15.
Sejenak Sabda: Pesan Tuhan untuk Hari Ini
Dengan nada suara yang lembut dan penuh kasih, RD. Domincs membuka pesannya: “Semoga kasih Allah memberkati kita selalu.” Ia kemudian menyampaikan tiga pesan inti yang diangkat dari bacaan liturgi.
1. Ketaatan: Pilihan Bebas yang Menentukan
Allah telah menyertai dan memberkati umat-Nya dengan banyak hal. Namun, ketaatan kepada-Nya bukanlah paksaan, melainkan pilihan bebas setiap orang. RD. Domincs menegaskan pentingnya kesungguhan hati untuk memilih hidup taat, agar dosa diampuni dan kita layak menikmati kebahagiaan di Kerajaan Surga.
2. Rendah Hati di Hadapan Yesus
Rendah hati, menurutnya, adalah kunci untuk datang kepada Yesus dengan penuh kepercayaan. “Hapuskanlah kesombongan dalam diri, dan hiduplah dalam ketergantungan pada Yesus,” ujarnya. Dengan iman dan kerendahan hati, segala sesuatu menjadi mungkin di dalam Yesus.
3. Menjadi Jalan, Bukan Penghalang
RD. Domincs juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang nyaman bagi siapa pun yang ingin berjumpa dengan Yesus. “Janganlah menjadi penghalang bagi mereka yang rindu datang kepada-Nya. Jadilah kehadiran yang membawa orang semakin dekat pada Yesus,” tuturnya.
Doa Penutup
Mengakhiri renungan, RD. Domincs mengajak umat berdoa: “Ya Allah, berkatilah kami agar hidup kami selalu terarah kepada-Mu.”
Dengan salam kasih dan doa, ia menutup pertemuan rohani itu, meninggalkan pesan damai yang meresap di hati setiap hadirin.