April 24, 2026

Pastor Pius Heljanan, MSC: “Kebenaran Tak Boleh Tunduk pada Nafsu dan Ego”

Oleh : joko

Pastor Pius Heljanan, MSC: Berani Berkata dan Bertindak Benar di Tengah Godaan Dunia

Renungan Sabtu Pagi dari Gereja Hati Kudus Yesus Lauran

http://suaraanaknegerinews.com | SAUMLAKI, Sabtu pagi, 2 Agustus 2025 – Dalam sapaan rohani yang menggugah hati, Pastor Pius Heljanan, MSC, gembala umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, menyerukan pentingnya keberanian untuk berkata dan bertindak benar, meski berisiko dibenci dan ditolak.

Dalam renungan berdasarkan Injil Matius 14:1–12, Pastor Pius mengajak umat untuk meneladani keberanian Yohanes Pembaptis yang tidak gentar menyuarakan kebenaran meski harus kehilangan nyawanya.

“Tidak Halal Engkau Mengambil Herodias”

Merujuk pada kisah tentang keberanian Yohanes menegur Raja Herodes yang mengambil istri saudaranya, Herodias, Pastor Pius menyampaikan bahwa kebenaran bukanlah sesuatu yang bisa dikompromikan, terlebih demi hawa nafsu atau tekanan sosial.

“Saudaraku, ada anak-anak Tuhan yang jatuh dalam jebakan iblis—mengambil milik orang lain, memutuskan mengikuti suara yang tidak benar, dan menganggap semuanya wajar,” ungkap Pastor Pius dalam nada pastoral yang tegas namun penuh kasih.

Menegur Itu Berisiko, Tapi Itulah Jalan Kebenaran

Pastor Pius menegaskan bahwa menjadi suara kebenaran bukanlah jalan nyaman. Teguran atas kesalahan orang lain kerap berujung pada penolakan, bahkan kebencian. Namun bagi seorang murid Kristus, kesetiaan pada kebenaran adalah bagian dari panggilan iman.

“Kebenaran tidak boleh tunduk pada ego diri dan hawa nafsu. Berkata benar dan bertindak benar akan membuat orang yang tersesat merasa tidak nyaman. Tetapi Tuhan selalu berpihak kepada anak-anak-Nya yang memperjuangkan kebenaran,” tegasnya.

Tetap Setia, Meski Disakiti Dunia

Dalam suasana permenungan yang tenang di Desa Lauran, Pastor Pius mengajak umat untuk tidak menyerah pada tekanan dunia, sekalipun suara kebenaran yang mereka suarakan membuat mereka tersingkir.

“Kita dibenci, kita ditolak. Tetapi tetaplah setia di jalan benar,” tutur Pastor Pius dengan penuh keteguhan.

Pesannya ini menjadi napas spiritual yang meneguhkan bagi umat Katolik dan masyarakat luas di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, khususnya dalam menghadapi dinamika sosial yang kerap menantang integritas pribadi dan komunitas.

Suara Iman dari Tanah Duan Lolat

Dalam dunia yang semakin kompleks, suara-suara kenabian seperti yang disampaikan Pastor Pius Heljanan, MSC menjadi mercusuar yang menuntun hati banyak orang kembali ke jalur kebenaran.

Di tengah arus besar kompromi moral dan ketidakadilan, keberanian untuk bersuara dan bertindak benar adalah bentuk kesetiaan kepada iman itu sendiri.