Pastor Pius Heljanan, MSC: Menabur Kasih Tanpa Pilih Kasih
Oleh : joko
Pesan Damai dari Lauran: Jadilah Penabur Kasih bagi Sesama
Mengasihi Bukan Sekadar Konsep, Melainkan Perintah Hidup
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Jumat pagi, 22 Agustus 2025, suasana hening di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menjadi saksi permenungan iman yang penuh makna.
Di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Pastor Pius Heljanan, MSC, mengajak umat untuk kembali merenungkan arti sejati dari kasih Kristiani.
Dalam pesannya, Pastor Pius menekankan panggilan untuk menjadi penabur kasih bagi sesama. Ia mengingatkan, kasih bukan hanya sebuah konsep indah yang diucapkan, tetapi sebuah perintah yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengasihi Bukan Sekadar Konsep, Melainkan Perintah Hidup
Mengutip firman Tuhan: “Kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri” (Mat. 22:33-40), Pastor Pius menguraikan bahwa menabur kasih dalam kehidupan bersama bukanlah hal yang mudah.
“Kita sering kali berbuat baik, tetapi hanya kepada orang atau kelompok tertentu, dari mana kita berharap memperoleh balasan. Padahal, bagi Yesus, mengasihi itu perintah. Bukan pilihan, melainkan kewajiban,” tegasnya.
Pastor Pius mengajak umat untuk menghadirkan kasih tanpa syarat, kasih yang menghadirkan damai dan sukacita sejati. Dengan begitu, setiap orang menjadi saksi Kristus yang hidup di tengah dunia.
Bunda Maria, Cermin Kesempurnaan Kasih Allah
Dalam renungannya, Pastor Pius juga menyinggung teladan Bunda Maria, Ratu Surga, yang menjadi cermin sempurna kasih Allah. Ketaatan Maria pada kehendak Allah menjadikannya penyalur rahmat dan sukacita bagi sesama.
“Maria adalah contoh nyata kasih yang taat, tanpa pilih kasih, tanpa pamrih. Kehadirannya menjadi teladan bagi kita semua untuk menyalurkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pastor Pius dengan nada penuh harapan.
Menjadi Penabur Kasih Tanpa Pilih Kasih
Menutup pesannya, Pastor Pius mengajak umat Katolik di Tanimbar, dan siapa pun yang mendengarnya, untuk menebar kasih tanpa batas. “Mari kita menebar kasih tanpa pilih kasih, sebagaimana Tuhan telah lebih dahulu mengasihi kita,” pungkasnya.