RD. Domincs Baldawins Masriat: Mengasihi Tuhan dan Sesama, Jalan Hidup Sejati
Oleh : joko
Pesan Iman dari Manila: Cinta Tuhan dan Sesama sebagai Panggilan Hidup
Doa dan Perayaan Iman dari Central Seminary UST Manila, Kasih Tuhan, Pengabdian Seumur Hidup, Cintai Sesama Seperti Diri Sendiri
http://suaraanaknegerinews.com | Bertempat di Central Seminary, University of Santo Tomas (UST) Manila, Filipina, Jumat, 22 Agustus 2025, suasana hening permenungan iman kembali dihidupkan.
Dari altar sederhana itu, RD. Domincs Baldawins Masriat, putra asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, yang kini menjalani tugas sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, menyampaikan pesan rohani melalui renungan Sejenak Sabda.
Dalam refleksinya yang bertepatan dengan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu, Pastor Domincs mengajak umat untuk kembali meneguhkan panggilan utama sebagai murid Kristus: mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama tanpa batas.
Kasih Tuhan, Pengabdian Seumur Hidup
Merenungkan bacaan liturgi hari itu (Rut 1:1.3-6.14b-16.22 dan Mat 22:34-40), RD. Domincs menekankan bahwa panggilan pertama seorang beriman adalah mencintai Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi.
“Kita harus menjadikan Tuhan di atas segala-galanya. Pengabdian kita kepada-Nya haruslah seumur hidup, dengan menyerahkan seluruh diri, emosi, pikiran, dan keberadaan hanya untuk Tuhan,” tutur Pastor Domincs dengan nada lembut namun penuh keyakinan.
Ia tidak menutup mata bahwa mengasihi Tuhan sepenuhnya bukanlah perkara mudah. Banyak tantangan yang bisa melemahkan iman. Namun, ia meyakinkan umat bahwa melalui doa, firman, dan ekaristi, kesetiaan untuk mencintai Tuhan akan tetap terjaga hingga akhir hayat.
Cintai Sesama Seperti Diri Sendiri
Pesan kedua yang ditekankan RD. Domincs adalah panggilan untuk mencintai sesama. Ia menegaskan bahwa kasih kepada sesama harus sama dengan penghargaan terhadap diri sendiri.
“Kita dipanggil untuk membuat sesama merasa dihargai sebagaimana kita pun ingin dihargai. Jangan pernah menyakiti hati orang lain, sebab kita sendiri tentu tidak ingin disakiti,” ungkapnya.
Bagi Pastor Domincs, kasih kepada sesama bukanlah pilihan, melainkan konsekuensi dari kasih kepada Tuhan. Keduanya tidak bisa dipisahkan, sebab iman yang benar selalu terwujud dalam tindakan nyata.
Salam Kasih dan Doa
Menutup renungannya, Pastor Domincs mengajak umat untuk berdoa:“Ya Allah, semoga sukacita dan kebahagiaan-Mu sungguh-sungguh menjadi sukacita dan kebahagiaan kami.”
Dengan penuh kelembutan, ia mengakhiri pesannya dengan salam iman: “Salam kasih dan doa.”