Pastor Pius Heljanan, MSC: Rekonsiliasi adalah Jalan Cinta yang Membebaskan
Oleh : joko
Teguran yang Menyelamatkan, Persaudaraan yang Dihidupkan
Persaudaraan sejati tidak lahir dari menghakimi, tetapi dari keberanian untuk saling menegur demi keselamatan bersama.
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Udara pagi di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, terasa sejuk pada Rabu, 13 Agustus 2025. Di tengah kesederhanaan Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, umat berkumpul untuk mendengarkan renungan rohani yang disampaikan oleh Pastor Pius Heljanan, MSC, gembala Kuasi Paroki yang dikenal dekat dengan umatnya.
Dengan suara lembut namun sarat ketegasan, Pastor Pius membawakan pesan bertema “Rekonsiliasi Merawat Persaudaraan”, mengacu pada Injil Matius 18:15–20. Pesan ini mengajak umat untuk melihat teguran bukan sebagai vonis, tetapi sebagai ungkapan cinta yang memulihkan hubungan.
Teguran sebagai Wujud Kasih
“Jika saudaramu yang berbuat dosa mendengarkan teguranmu, engkau telah mendapatnya kembali,” ucap Pastor Pius, mengutip Injil.
Ia mengingatkan bahwa setiap orang pernah jatuh dalam kesalahan, dan dosa membuat hubungan dengan Tuhan serta sesama menjadi retak. Namun, menurutnya, diam bukanlah pilihan yang benar.
“Teguran bukan kesempatan untuk menghakimi, melainkan panggilan untuk mengingatkan dengan kasih, agar saudara kita kembali ke jalan pertobatan,” katanya.
Rekonsiliasi: Jalan Cinta yang Membebaskan
Bagi Pastor Pius, rekonsiliasi atau perdamaian adalah pintu menuju kebebasan sejati. Mengampuni bukan berarti melupakan kesalahan, tetapi membebaskan hati dari dendam dan menjaga persaudaraan tetap hidup.
“Rawatlah persaudaraan dalam hidup bersama dan jauhkan sikap saling menghakimi. Pengampunan adalah pintu pembebasan bagi saudara yang bersalah,” pesannya.
Kasih yang Menyatukan
Renungan pagi itu meninggalkan pesan mendalam bagi umat: bahwa kasih sejati tidak mengabaikan kesalahan, melainkan membantu memulihkan mereka yang jatuh. Teguran yang disampaikan dengan hati yang murni akan menjadi alat pemersatu, bukan pemecah.
Dengan semangat ini, Pastor Pius Heljanan, MSC, mengajak umat di Tanimbar dan di mana pun berada untuk selalu memelihara persaudaraan, sebab di sanalah damai Tuhan bertumbuh.