RD. Domincs Baldawins Masriat: Menasihati dengan Cinta, Membangun Komunitas Iman
Oleh : joko
Pesan Sejenak Sabda: Jangan Biarkan Sesama Hidup dalam Dosa
“Dalam renungan Sejenak Sabda, RD. Domincs Baldawins Masriat mengingatkan pentingnya saling menasihati dan hidup dalam persatuan komunitas gereja sebagai wujud iman sejati.”
http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Filipina – Suasana penuh kekhusyukan terasa di Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST) Manila pada Rabu, 13 Agustus 2025. Dari mimbar sederhana di jantung kampus Katolik tertua di Asia ini, RD. Domincs Baldawins Masriat—putra asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia—menyampaikan pesan rohani yang hangat dan menyentuh hati.
Sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, RD. Domincs memimpin Sejenak Sabda, sebuah momen renungan singkat yang sarat makna. Dengan nada lembut namun penuh ketegasan, ia mengajak umat untuk terus menumbuhkan kasih, membangun persatuan, dan tidak membiarkan sesama terjerumus dalam dosa.
Bacaan Liturgi Hari Itu
Hari itu, Gereja Katolik merayakan Hari Biasa, Pekan Biasa XIX, dengan bacaan dari Ulangan 34:1–12 dan Injil Matius 18:15–20. Dua teks Kitab Suci ini menjadi pijakan utama pesan yang disampaikan RD. Domincs.
Pesan Tuhan: Dua Panggilan Utama
Dalam renungannya, RD. Domincs menekankan dua hal penting:
- Berani Menasihati Sesama dengan Cinta
“Jika kita tahu seseorang berbuat dosa, kita tidak boleh membiarkannya. Nasihat yang tulus adalah bentuk kasih,” ujarnya. Ia mengingatkan, upaya menegur sesama bukanlah tindakan menghakimi, melainkan cara memenangkan kembali saudara kita agar hidup dalam kebenaran. - Hidup dalam Persatuan Komunitas
Menurutnya, iman tidak dapat dijalankan dengan baik tanpa kehadiran orang lain. “Kekristenan yang sejati adalah mereka yang hidup dalam satu komunitas gereja, bukan yang terpecah-pecah. Dalam persatuan itulah Kristus hadir,” tegasnya. - Doa untuk Umat
Renungan hari itu ditutup dengan doa sederhana namun sarat makna: “Ya Allah, bantulah kami agar kami mampu untuk selalu memberikan nasihat yang bijaksana kepada sesama kami.”
Dengan salam kasih dan doa, RD. Domincs Baldawins Masriat meninggalkan pesan yang menggema di hati banyak orang: bahwa kasih sejati selalu lahir dari keberanian untuk saling mengingatkan dan keinginan untuk hidup dalam persatuan.