Pastor Pius Heljanan, MSC: “Usirlah Setan dalam Dirimu dan Sesamamu Atas Nama Yesus”
Oleh: joko
Dari Saumlaki, Pastor Pius Heljanan MSC Ingatkan: Jangan Diam, Katakan pada Setan ‘Keluarlah!’ Renungan Iman di Kuasi Paroki Hati Kudus Yesus Lauran: Menghadapi Setan dengan Kuasa Kristus
Dalam homilinya, Pastor Pius menegaskan kuasa Yesus yang mampu membebaskan umat dari belenggu setan yang bisa hadir di manapun, bahkan di tempat suci dan dalam diri orang baik, doa, iman, dan keberanian bersandar pada Yesus menjadi kunci keselamatan.
Usirlah Setan dalam Dirimu dan Sesamamu
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Selasa pagi, 2 September 2025. Suasana hening menyelimuti Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pada hari itu, umat berkumpul mengikuti Misa Kudus yang dipimpin Pastor Pius Heljanan, MSC, gembala Kuasi Paroki Hati Kudus Yesus Lauran.
Dalam homilinya, Pastor Pius mengajak umat untuk berani menghadapi realitas kehidupan yang tak lepas dari godaan setan. Dengan lantang ia mengingatkan:
“Diam, keluarlah dari padanya! Usirlah setan dalam dirimu dan sesamamu atas nama Yesus.”
Setan Bisa Menyamar
Pastor Pius menegaskan bahwa kehadiran setan sering tidak disadari. Bahkan, setan bisa hadir di tempat yang dianggap kudus, atau berdiam dalam diri orang baik. Ia mengingatkan umat agar peka terhadap tipu daya iblis yang kerap menyamar dengan rupa domba, namun menyimpan hati singa.
“Ketika kata-kata penuh hujatan, makian, iri hati, kebencian, fitnah, dan gosip muncul, sadarilah setan telah membelenggu dirimu,” ungkapnya.
Yesus Sumber Kekuatan
Mengutip Injil Lukas 4:31-37, Pastor Pius menekankan bahwa Yesus memiliki wibawa dan otoritas untuk mengusir setan. Karena itu, umat diajak untuk tidak diam menghadapi belenggu dosa.
“Dekatkan dirimu pada Yesus. Dia sanggup menolongmu, membebaskanmu dari kuasa setan. Jangan diam. Atas nama Yesus, katakan pada setan: keluarlah dari padaku dan sesamaku. Yesus akan menolongmu,” tutur Pastor Pius dengan penuh penegasan.
Panggilan untuk Hidup Baru
Homili itu menjadi ajakan reflektif bagi umat di Lauran: bahwa kehidupan iman bukan sekadar ritual, melainkan perjuangan melawan kuasa gelap yang bisa menyusup dalam keseharian.
Dengan bersandar pada Yesus, umat diyakinkan bahwa setiap rantai dosa dan godaan dapat dipatahkan, dan hidup yang baru bisa dijalani dalam terang kasih Kristus.