May 1, 2026
esthi susanti1
Oleh: Esthi Susanti Hudiono-18-11-2024
Dialog antar iman tentang Maria-Maryam di Wisma Xaverian bermagnet besar. Aku datang satu setengah jam dari waktunya sehingga dengan rileks aku bisa mengamati wisma ini dari semua sudut. Barang-barang yang ada mungkinkan aku membaca jiwa dari wisma tersebut.

Aku bisa berada di dapur dan ruang makan karena aku butuh sarapan. Secangkir kopi yang disajikan dan pemanasan mie yang aku bawa sebagai penyebab. Setelah makan aku melewati kapel dan tertarik melihat. Lalu tertarik berdoa di sana selama lebih dari setengah jam. Setelah berdoa tubuhku penuh energi. Perbedaannya sangat terasa. Setingkat di bawah rasa jiwa terangkat. Jiwa terangkat adalah salah satu dampak meditasi dan doa yang mampir sesekali saja.

Waktu yang ada memungkinkanku mengamati barang yang ada. Dinding penuh lukisan dari perupa yang sama. Aku mengajukan banyak pertanyaan secara spontan sebagai mana keluar dari karakterku secara spontan. Pertanyaan ini keluar begitu saja dan tak mengarahkan aku mencari konfirmasi langsung. Biasanya pertanyaan spontanku terjawab dengan cara alamiah.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sebagai didikan pramuka hingga pandega maka aku mempunyai standar. Salah satu standar adalah tatapan mata dan posisi kepala. Awalnya aku bingung harus menatap ke mana karena tidak ada pengarah. Lalu aku arahkan tatapan mata ke salib besar Yesus Kristus yang ada. Luar biasa bahwa aku alami rasa keterhubungan dengan salib itu.

Lalu aku diberitahu Rektor Tarekat (semoga benar sebutnya) bernama Romo Antonius Wahyudianto,SX tentang salib itu. Kata beliau bahwa salib itu replikasi dari salib yang menggerakkan Santo Guito Maria Conforti dari Itali menjadi imam. Makna pengalamanku menjadi semakin tegas ketika aku baca buku tentang orang besar ini. Buku ini bicara salib yang menjadi hidup di tangan orang suci ini.Santo Guito Maria Conforti adalah pendiri tarekat Xaverian.

Begitulah pengalaman surealisku yang melampaui waktu. Pengalaman spiritual menurutku sering terkait dengan dunia surealis. Setahun ini banyak sekali pengalaman surealis yang kualami. Melalui pengalaman ini maka aku bisa membahasakan pengalaman itu. Pengalaman spiritual tidak masuk ke bahasa pada awalnya dan sayang moment ini jarang dibicarakan dan kita terjebak pada lautan kata-kata kosong tak berjiwa. Ekspresi puisilah yang paling mungkinkan memunculkan roso yang terjadi.

Yang aku tulis ini adalah pengalaman batinku. Yang pada dasarnya memiliki logika yang berbeda dengan dunia eksternal. Cara berkomunikasi dengan dunia eksternal harus ikuti logika yang ada. Logika inipun tidak sama dalam setiap jaman yang ada. Jaman sekarang logika yang ada ikuti hukum rasional dan evidence based. Logika ini sekarang alami krisis oleh revolusi yang dibangkitkan oleh teknologi digital.

Posting berikut tentang dialog iman terutama dari dari perspektif teologi dari 2 pembicara yang paham. Materi dari kedua pembicara menambah berlipat kali pengetahuanku. Sekaligus aku mendapat pencerahan batin dan sosiologis. Lalu berkah lain yang aku dapatkan adalah aku menemukan perupa dari kalangan romo yang telah bisa bertaksu atau memunculkan jiwa ketok. Jika berjodoh maka aku bersedia menjadi kuratornya untuk pameran di ruang publik Indonesia.