Perkuat Integritas Asesmen : MAN Kota Sawahlunto Gelar Coaching Pengawas Asesmen Akhir Madrasah
SAWAHLUNTO (Humas) 28 Februari 2026 Siang yang cerah menyelimuti MAN Kota Sawahlunto ketika langkah-langkah penuh dedikasi para guru dan tenaga kependidikan menyatu menuju aula utama. Di ruang itulah, sebuah ikhtiar besar digelar: Kegiatan Coaching Pengawas Asesmen Akhir Madrasah (AM), sebuah momentum strategis yang bukan sekadar agenda rutin, melainkan peneguhan komitmen terhadap marwah mutu pendidikan.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa Asesmen Akhir Madrasah bukan hanya peristiwa administratif, tetapi juga cermin integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab moral seluruh pendidik. Dengan suara yang tenang namun penuh wibawa Dafril mengingatkan bahwa setiap lembar jawaban siswa memuat harapan, kerja keras, dan masa depan yang harus dijaga dengan segenap kejujuran.
Turut mendampingi dalam pembukaan tersebut, Kepala Urusan Tata Usaha, Yurmaini, yang senantiasa menjadi poros administratif madrasah; Ketua Panitia Asesmen Akhir Madrasah, Oky Loly Weny, motor penggerak teknis pelaksanaan AM serta Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Syafri Ervandi, yang menjadi penjaga harmoni antara kebijakan dan kebutuhan peserta didik.
Dalam suasana yang khidmat namun hangat, seluruh pengawas dan GTK MAN Kota Sawahlunto hadir dengan wajah-wajah penuh kesungguhan. Mereka bukan hanya peserta kegiatan, melainkan penjaga gerbang mutu dan kredibilitas lembaga. Coaching ini menjadi ruang refleksi sekaligus ruang pembekalan tempat nilai, aturan, dan etika profesional dipertegas kembali.
Ketua Panitia AM, Oky Loly Weny, memaparkan secara rinci mekanisme pengawasan, standar operasional prosedur, hingga skenario antisipatif terhadap berbagai kemungkinan di lapangan. Setiap detail dibahas dengan cermat, seakan menenun benang-benang ketelitian agar tak satu pun celah terlewatkan. Ia menekankan bahwa keberhasilan asesmen tidak hanya ditentukan oleh kelancaran teknis, tetapi juga oleh kesamaan visi dan soliditas tim.
Kegiatan coaching ini pun berlangsung dialogis. Pertanyaan, saran, dan tanggapan mengalir dinamis, menandakan hidupnya budaya akademik di lingkungan madrasah. Semangat kolegial terasa kuat bahwa setiap individu adalah bagian dari bangunan besar bernama amanah pendidikan.
Di penghujung kegiatan, suasana berubah menjadi hening yang sarat makna. Seakan seluruh yang hadir menyadari bahwa tugas yang menanti bukanlah tugas biasa. Asesmen Akhir Madrasah adalah gerbang yang akan dilalui para siswa menuju babak berikutnya dalam perjalanan hidup mereka.
Melalui kegiatan coaching ini, MAN Kota Sawahlunto menegaskan diri sebagai lembaga yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme. Sebuah langkah kecil yang bermakna besar menyatukan tekad, menguatkan barisan, dan memastikan bahwa setiap proses berjalan dengan adil, tertib, dan bermartabat.
MAN Kota Sawahlunto yang berkomitmen yang teguhkan, Bahwa pendidikan adalah cahaya, dan setiap pengawas adalah penjaga nyalanya.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB