April 23, 2026

Pesan Damai dan Harapan: Jemaat GBI MILOS Saumlaki Pulang dengan Hati Dikuatkan

Oleh: joko

Suasana Penuh Syukur dari Pujian hingga Firman, Jemaat GBI MILOS Saumlaki Rayakan Ibadah Minggu dengan Doa dan Sukacita

Gembala sidang mengingatkan pentingnya memberi waktu bagi Tuhan di tengah hiruk pikuk dunia, Pujian, doa, kesaksian, hingga firman Tuhan mengalir hangat di tengah jemaat GBI MILOS Saumlaki dengan suasana kekeluargaan penuh sukacita.

Awal yang Hangat dengan Doa dan Pujian

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Suasana Minggu pagi (31/8/2025) di Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (MILOS), Jalan Ir. Soekarno, Saumlaki, begitu terasa khidmat sekaligus penuh sukacita. Ratusan jemaat hadir sejak pagi untuk mengikuti ibadah umum yang dipandu oleh Sekretaris Jemaat, Ibu Joice Jhulia Romroma.

Dalam doa pembuka, ia mengajak seluruh jemaat menaikkan ucapan syukur. “Terimakasih ya Bapa, Haleluya. Mari katakan, Tuhan selalu menolongku, menjaga dan memeliharaku. Mari sungguh-sungguh memuji Tuhan seumur hidup kita,” ucapnya.

Lagu pembuka yang mengalun lembut dari dentingan keyboard, dipimpin Gembala Sidang Ibu Annisa Lystia Andani/Wahilaitwan, menambah kekhusyukan suasana: tentang keyakinan pada kasih Tuhan yang melindungi, seperti burung di udara yang senantiasa dipelihara-Nya.

0-0x0-0-0#

Doa, Pujian, dan Kesaksian Jemaat

Evangelis Haris Boritnaban, S.Th. kemudian memimpin doa. “Selamat pagi, Roh Kudus yang menemani kami. Kami bersyukur, kami berjalan dalam kekudusan, dan percaya bahwa dalam nama Yesus, tidak ada yang bisa menggantikan. Hari ini kami datang beribadah dalam roh dan kebenaran,” ujarnya, disambut “Amin” dari seluruh jemaat.

Sukacita semakin terasa ketika lagu-lagu pujian dinyanyikan bersama, disertai tarian sederhana yang dipimpin Ibu Joice. Lantunan “Allah bangkit, bersoraklah!” menggema, diikuti nyanyian syukur bertema tahun pembebasan.

Beberapa jemaat turut berbagi kesaksian. Seorang ibu melantunkan pujian sambil mengiringi dirinya dengan gitar, sementara seorang bapak menceritakan pengalaman pribadinya: bagaimana sukacita memuji Tuhan membuat tubuh terasa lebih sehat, seolah energi baru mengalir melalui tepukan tangan yang penuh syukur.

0-0x0-0-0#

Firman Tuhan: Hidup Bersyukur di Tengah Tantangan

Gembala Sidang, Pdt. Heberth S. Wahilaitwan, kemudian memimpin doa sebelum khotbah. Ia berdoa agar firman Tuhan mendiami setiap hati jemaat, memberi kekuatan, dan membungkus kehidupan dengan kasih Kristus.

Dalam khotbahnya, Pdt. Heberth menyinggung realitas kehidupan bangsa. Ia mengingatkan jemaat agar tetap setia memberi waktu bagi Tuhan, meski dunia dipenuhi hiruk pikuk. Ia mengutip kitab Habakuk 1:1-4 dan 3:17, tentang keadilan yang terasa terbalik, ketidakpuasan sosial, dan kesulitan hidup.

“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, dan ladang tidak menghasilkan makanan… kita harus tetap bersorak memuji Tuhan. Sebab Allah kita berkuasa dan memberi kekuatan. Tantangan sebesar apapun, Tuhan akan menuntun dan tidak akan mengecewakan,” pesan sang Gembala Sidang, disambut tepukan tangan jemaat.

0-0x0-0-0#

Persembahan, Informasi Jemaat, dan Doa Berkat

Memasuki bagian persembahan, jemaat memberi dengan sukacita diiringi lagu syukur. Ibu Joice kembali tampil menyampaikan ucapan terima kasih kepada hamba Tuhan yang sudah berkhotbah, para pelayan gereja, serta mengucapkan selamat ulang tahun kepada jemaat yang berbahagia.

Ia juga membacakan informasi kegiatan gereja: ibadah pemuda Minggu sore, menara doa pada Selasa, ibadah WGBI setiap Rabu, komsel setiap Kamis, latihan musik Jumat, hingga doa puasa setiap Sabtu.

Ibadah ditutup dengan doa khusus oleh Pdt. Heberth untuk jemaat, tokoh daerah, hingga Presiden. Doa berkat damai sejahtera pun dinaikkan, mengantar jemaat pulang dengan hati penuh syukur.

0-0x0-0-0#

Sukacita dalam Kebersamaan

Setelah doa penutup, jemaat saling berjabat tangan dan beramah tamah. Suasana hangat terasa saat mereka bersama-sama menikmati aneka kue ulang tahun, berfoto, dan bercengkerama.

Minggu itu, GBI MILOS Saumlaki kembali meneguhkan dirinya bukan hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga ruang kebersamaan, tempat jemaat saling menguatkan dalam kasih Tuhan.