Pesan Rohani Pastor Pius Heljanan, MSC: Jadilah Murid Kristus Sejati yang Menghasilkan Buah Kebaikan
Oleh : joko
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Rabu pagi, 25 Juni 2025 — Dalam suasana hening pagi di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pastor Pius Heljanan, MSC, yang juga menjabat sebagai Kuasi Paroki setempat, menyampaikan permenungan rohani yang menyentuh hati umat.
Waspada Terhadap Penyesatan yang Menyamar dalam Kebaikan
Mengangkat kutipan Injil Matius 7:15-20, Pastor Pius mengajak umat untuk lebih waspada terhadap penyesatan yang sering tersembunyi di balik penampilan luar yang memikat. “Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka,” demikian pesan Injil yang ditekankan olehnya dalam renungan pagi itu.
“Saudaraku, terkadang kita terjebak dengan penampilan, tutur kata, status atau jabatan seseorang. Terlihat baik, namun sejatinya jahat. Ingat, Yesus meminta kita untuk selalu waspada,” ujar Pastor Pius.
Ia mengingatkan bahwa tidak semua yang tampak rohani benar-benar berasal dari Tuhan, karena bisa saja roh jahat menyamar sebagai terang dan menciptakan perpecahan di tengah persaudaraan umat.
Cerminan Iman Terlihat dari Perbuatan
Menurut Pastor Pius, identitas sejati seorang murid Kristus terlihat dari buah hidupnya , yaitu perbuatannya sehari-hari.
“Anak Tuhan dan anak setan dapat dibedakan dari hasil perbuatan atau buahnya. Perbuatan seseorang mencerminkan iman, hati, pikiran, dan karakter. Perbuatan buruk lahir dari hati dan pikiran yang jahat,” tuturnya dengan penuh penekanan.
Dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, Pastor Pius mengajak seluruh umat untuk senantiasa hidup sesuai dengan jati dirinya sebagai pengikut Kristus yang sejati.
Panggilan untuk Menghasilkan Buah Kebaikan
Renungan ini ditutup dengan sebuah seruan reflektif: “Dirimu adalah murid Yesus sejati. Hasilkanlah buah kebaikan dalam hidupmu. Hiduplah sesuai identitasmu.”
Pesan rohani yang disampaikan Pastor Pius Heljanan, MSC ini menjadi pengingat bagi umat untuk tidak sekadar menjadi pengikut dalam kata, tetapi juga dalam tindakan nyata yang memancarkan kasih, kebaikan, dan kebenaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari.