“Poltekkes Kemenkes Maluku Saumlaki Siap Bentuk Mahasiswa Berkualitas Lewat PKKMB Humanis dan Terstruktur”
Oleh : joko
“Dari Pra-PKKMB Menuju Mahasiswa Unggul: Upaya Prodi Kebidanan Saumlaki Membangun Generasi Berintegritas”
Wawancara Eksklusif Bersama Tim Prodi Kebidanan Poltekkes Kemenkes Maluku Kampus Saumlaki
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 11 Juli 2025 – Bertempat di ruang dosen Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku Kampus Saumlaki, awak media suaraanaknegerinews.com berkesempatan melakukan wawancara eksklusif bersama jajaran dosen Program Studi Kebidanan Saumlaki. Wawancara ini menggali informasi seputar pelaksanaan Pra-Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (Pra-PKKMB) dan PKKMB yang digelar di kampus tersebut.
Dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme, hadir Ibu Kristiova Saragih selaku Ketua Program Studi, Ibu Kasmiaty sebagai Penanggung Jawab Akademik, serta Bapak Subhan Abdullah, Penanggung Jawab Kepegawaian dan Humas kampus.

Langkah Sistematis Menuju PKKMB
Menurut Ibu Kristiova Saragih, pelaksanaan PKKMB di Poltekkes Maluku sudah terintegrasi secara nasional dan melewati beberapa tahapan seleksi mahasiswa baru, mulai dari ujian berbasis komputer (CBT), tes kesehatan, psikotes, hingga wawancara.
“Pra-PKKMB kami mulai hari ini hingga 18 Juli 2025. Selanjutnya, PKKMB akan dilaksanakan pada 22–24 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan oleh masing-masing prodi, namun dengan tema yang seragam: Menjadikan Mahasiswa Unggul, Berkompeten, Berkarakter, dan Berintegritas,” jelas Kristiova.
Prodi Kebidanan Saumlaki juga telah menyusun panitia pelaksana dari unsur dosen, pegawai, dan mahasiswa, yang ditetapkan melalui SK Direktorat. Berbagai persiapan telah dilakukan sejak minggu sebelumnya, termasuk briefing teknis dan pembekalan panitia.

Materi Berkualitas, Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa
Ibu Kasmiaty, sebagai penanggung jawab bidang akademik dan seksi acara, menjelaskan bahwa kegiatan Pra-PKKMB melibatkan dua panitia utama: dari Himpunan Mahasiswa (Hima) dan dosen prodi. Gabungan ini membentuk sinergi positif dalam menyusun materi dan kegiatan.
Materi yang disampaikan sangat beragam dan mencakup: Profil kampus dan prodi, aturan akademik dan kemahasiswaan, pemanfaatan laboratorium dan perpustakaan, sistem pendataan PDDikti, pendidikan budaya anti korupsi dan nasionalisme serta soft skill kesehatan.
“Kami juga menyisipkan kegiatan yang mengasah kemampuan berpikir kritis, seperti lomba cerdas cermat, pidato ilmiah, hingga baris-berbaris dan vocal group. Bahkan ada kegiatan unik seperti menghitung biji kacang hijau sebanyak 2025 butir sesuai tahun ini,” terang Kasmiaty sambil tersenyum.

Kreativitas Mahasiswa dalam Aksi Nyata
Mahasiswa diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa wirausaha. Melalui kegiatan Hima, mereka melakukan penggalangan dana dengan membentuk tim kreatif yang menjual barang dengan margin kecil. Dana yang terkumpul digunakan untuk hadiah lomba, menciptakan nilai edukatif dalam manajemen keuangan dan kolaborasi.
Kegiatan akan ditutup dengan api unggun dan makan bersama, menyatukan seluruh peserta dalam momen reflektif dan kekeluargaan.

Kurikulum Baru: Arah Baru Pendidikan Kebidanan
Dalam hal kurikulum, Ibu Kristiova memaparkan bahwa mahasiswa baru tahun ini telah mulai menggunakan kurikulum terbaru yang menitikberatkan pada kesehatan paru-paru, ciri khas Poltekkes Maluku.
Perbedaan signifikan juga terlihat pada sistem praktik:
- Dulu praktik dilakukan semester 4, sekarang dilakukan di semester 5 dalam bentuk magang.
- Mahasiswa magang dipersiapkan sudah seperti tenaga profesional, bukan lagi peserta praktik biasa.
Selain itu, sistem akademik mengalami peningkatan:
- IPK minimal untuk mendukung kelulusan uji kompetensi nasional (UKON) ditingkatkan dari 3,30 menjadi opsi 3,50.
- Mahasiswa diberi opsi semester pendek (berbayar) jika nilai belum mencapai standar kelulusan. Namun ini tidak diwajibkan.

- Merdeka Belajar, Pengabdian, dan Inovasi
Meski belum memiliki struktur formal seperti kampus besar, prodi Kebidanan Saumlaki telah menyisipkan prinsip Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dalam bentuk kegiatan pengabdian masyarakat dan inovasi di lapangan. Mahasiswa juga mendapat kesempatan mengambil 4 SKS di luar kampus.
“Kami berusaha menanamkan karakter dan integritas, bukan hanya kecerdasan akademik. Mahasiswa juga dibimbing oleh dosen pembimbing akademik (PA), yang turut memantau aspek non-akademik seperti kondisi keluarga dan psikologis,” jelas Kristiova.

Harapan Besar untuk Generasi Baru
Ibu Kristiova menutup wawancara dengan harapan agar PKKMB ini menjadi pijakan awal dalam membentuk mahasiswa yang tak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan siap menghadapi dunia kerja.
“Banyak yang pintar, tapi belum tentu berkarakter. Kami ingin melahirkan lulusan yang kompeten dan unggul secara profesional, mental, dan spiritual,” pungkasnya.
Pra-PKKMB dan PKKMB bukan sekadar seremonial, tapi sebuah investasi awal dalam membentuk karakter, keterampilan, dan daya saing mahasiswa.
Poltekkes Kemenkes Maluku di Saumlaki memberi bukti bahwa kampus di daerah pun mampu melahirkan insan kesehatan yang tangguh dan bermartabat.