January 23, 2026

Rapat Komite MAN Kota Sawahlunto Tahun 2025: Perkuat Sinergitas Komite dan Orang Tua untuk Kemajuan Madrasah

SAWAHLUNTO – 30  Juli 2025 , Di tengah udara pagi yang sejuk dan semerbak kopi hitam khas ranah Minang, aula MAN Kota Sawahlunto menjadi saksi pertemuan para pemangku harapan. Di bawah langit biru yang mengawali hari, rapat Komite MAN Kota Sawahlunto tahun pelajaran  2025/2026 digelar dengan penuh khidmat dan semangat, mengusung tema “Perkuat Sinergitas Komite dan Orang Tua untuk Kemajuan Madrasah.”

Suasana aula madrasah yang biasanya tenang kini berdenyut oleh hangatnya dialog, ide-ide cemerlang, serta semangat gotong royong yang merekah di antara para hadirin. Acara ini dihadiri oleh Kepala Madrasah MAN Kota Sawahlunto, Dafri Tuanku Bandaro, Pengawas Madrasah dari Kementerian Agama Kota Sawahlunto,  Musniar, serta Ketua Komite MAN Kota Sawahlunto Sastra Tri Putra, Salman (Sekretaris), Depi Nurmuliati (Bendahara) dan orang tua siswa yang mewakili berbagai lapisan masyarakat.

Madrasah: Rumah Harapan dan Asa Bersama

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyampaikan bahwa madrasah bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan rumah harapan tempat anak-anak menenun mimpi, menggali ilmu, dan membentuk karakter. “Kemajuan madrasah tidak hanya terletak pada temboknya yang kokoh atau teknologinya yang mutakhir, melainkan pada sinergi antara pendidik, orang tua, dan komite yang saling percaya dan bekerja sama,” ujar beliau dengan suara penuh keyakinan.

Pernyataan ini mendapat anggukan setuju dari para orang tua yang hadir. Di mata mereka, madrasah adalah ladang masa depan, tempat benih akhlak dan kecerdasan ditanam dengan penuh kasih.

Sinergitas: Lebih dari Sekadar Kata, Ia Adalah Gerakan

Musniar, selaku pengawas madrasah, menekankan pentingnya kolaborasi lintas peran. Dalam paparannya yang lugas namun menggugah, beliau menyampaikan bahwa zaman yang terus berubah menuntut lembaga pendidikan untuk tidak berjalan sendiri. “Orang tua bukan hanya mitra, tapi fondasi kuat yang menopang arah kebijakan pendidikan,” ucapnya.

Diskusi berlangsung hangat dan terbuka. Beberapa perwakilan orang tua menyampaikan masukan terkait fasilitas belajar, kegiatan ekstrakurikuler, dan pentingnya penguatan karakter siswa melalui pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.

Ketua Komite: Madrasah adalah Amanah Bersama

Dalam pidato penutupnya, Ketua Komite, Sastra Tri Putra menegaskan bahwa komite bukanlah penonton, tetapi bagian dari orkestrasi pendidikan. “Kami hadir sebagai penggerak. Madrasah adalah amanah bersama yang harus kita rawat dengan ketulusan dan kerja nyata,” tutur beliau, dengan nada yang menyejukkan namun tegas.

Ia juga menyampaikan rencana strategis komite ke depan, termasuk pembentukan Forum Silaturrahim Orang Tua Siswa, program beasiswa internal, dan perbaikan sarana-prasarana yang disinergikan.

Sebuah Langkah Menuju Masa Depan

Rapat ini tidak hanya menghasilkan keputusan-keputusan administratif, tetapi juga membangun kesepahaman batin: bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kolektif.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor: DTB