April 23, 2026

RD. Domincs Baldawins Masriat: “Jangan Takut Berkorban Demi Tuhan dan Sesama”

Oleh: joko

Pesan Iman dari Central Seminary UST Manila: Harapan, Kerendahan Hati, dan Kasih

Ketika Kekhawatiran Menjadi Doa, Harta Duniawi Bukan Tujuan Akhir, Keberanian untuk Berkorban Demi Kasih

http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Selasa, 19 Agustus 2025 – Dari Central Seminary, Universitas Santo Tomas (UST) Manila, Filipina, hadir pesan rohani yang menyentuh hati umat.

RD. Domincs Baldawins Masriat, imam muda asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku – Indonesia, yang saat ini menempuh perutusan sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, membagikan renungan iman penuh makna melalui rubrik Sejenak Sabda.

Renungan tersebut bersumber dari bacaan liturgi hari biasa pekan XX: Hakim-Hakim 6:11-24a dan Injil Matius 19:23-30, yang menekankan keteguhan iman, kesetiaan Tuhan, serta nilai harta surgawi.

Jangan Takut dan Jangan Khawatir

Dalam pesan pertamanya, RD. Domincs mengingatkan bahwa manusia seringkali diliputi rasa takut dan kecemasan menghadapi hidup.

“Terkadang kita bertanya dalam hati, mampu kah kita melewati tantangan ini? Namun firman Allah hari ini mengingatkan: Tuhan adalah keselamatan kita. Dia setia dan akan mencurahkan Roh Kudus untuk membantu kita melewati segala tantangan,” ujarnya penuh keyakinan.

Ia menegaskan, sikap putus asa dan hilang harapan justru menjauhkan umat dari kasih Allah. “Jangan pernah takut, jangan pernah hilang harapan, karena Tuhan setia kepada kita,” tambahnya.

Harta Duniawi dan Harta Surgawi

Pesan kedua yang ia sampaikan adalah mengenai kedudukan harta duniawi. Menurutnya, kekayaan memang penting untuk kehidupan, tetapi bukanlah tujuan akhir.

“Harta duniawi jangan menjadi penghalang kita masuk dalam Kerajaan Surga. Gunakanlah harta itu bukan untuk menyombongkan diri, melainkan sebagai sarana untuk mengasihi Tuhan dan sesama,” tegasnya.

Berani Berkorban Demi Tuhan dan Sesama

Dalam poin ketiga, RD. Domincs mengajak umat agar tidak takut berkorban demi Tuhan dan sesama. “Percayalah, jika kita berani berkorban demi kasih, kita pun akan mendapatkan balasan dari Tuhan. Pengorbanan dalam kasih tidak pernah sia-sia,” ucapnya penuh ketulusan.

Doa Penutup: Kerendahan Hati sebagai Jalan Hidup

Mengakhiri renungannya, RD. Domincs memanjatkan doa sederhana namun sarat makna: “Ya Allah, berkatilah kami agar kami senantiasa hidup dalam kerendahan hati.”

Ia menutup refleksi rohani tersebut dengan salam kasih dan doa bagi umat, seraya meneguhkan kembali bahwa kasih Allah senantiasa menyertai dan memberkati setiap langkah hidup umat beriman.