RD. Domincs Baldawins Masriat Teguhkan Iman Mahasiswa di UST Manila Lewat Sapaan “Sejenak Sabda”
Oleh : Joko
Pesan Rohani dari Central Seminary UST Manila
http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Filipina – Sabtu, 12 Juli 2025 — Dalam suasana hening dan penuh makna di Central Seminary, Universitas Santo Tomas (UST) Manila, seorang imam muda asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, menyampaikan sapaan rohani bertajuk “Sejenak Sabda” kepada komunitas mahasiswa Katolik di Filipina.
Ia adalah RD. Domincs Baldawins Masriat, yang saat ini menjalani tugas pastoralnya sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila. Pada hari Sabtu yang penuh berkat ini, Romo Domincs menghadirkan sapaan singkat yang menggugah hati, disertai bacaan liturgi harian yang menuntun umat pada permenungan iman yang dalam.
“Semoga Kasih Allah Memberkati Kita Selalu”
Dalam sapaan “Sejenak Sabda”-nya, Romo Domincs mengajak seluruh umat, khususnya para mahasiswa Katolik di Filipina dan Indonesia, untuk membuka hati terhadap kasih Allah yang senantiasa hadir dan menyertai dalam keseharian.
“Semoga kasih Allah memberkati kita selalu,” demikian pesan singkatnya yang sarat makna dan menjadi pengantar dalam permenungan Sabda Tuhan hari itu.
Merenungkan Sabda: Kesetiaan dan Pengampunan
Bacaan liturgi yang dibawakan hari itu mengarahkan umat pada refleksi tentang kesetiaan dan pengampunan. Dalam Bacaan Pertama dari Kitab Kejadian (49:29-32; 50:15-26a), ditampilkan kisah penguburan Yakub dan sikap pengampunan Yusuf kepada saudara-saudaranya. Sementara itu, Bacaan Injil dari Matius (10:24-33) menekankan pentingnya mengakui Yesus di hadapan manusia sebagai tanda kesetiaan sejati.
Pesan Injil ini diperkuat oleh Romo Domincs dalam sapaan rohaninya, bahwa mengikuti Kristus berarti siap memikul salib dan tidak menyangkal iman, bahkan dalam tekanan zaman modern.
Pelayanan Rohani Seorang Anak Bangsa di Negeri Orang
Keberadaan RD. Domincs Baldawins Masriat sebagai pastor mahasiswa Indonesia di Filipina merupakan kebanggaan tersendiri, khususnya bagi masyarakat Katolik di Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku secara umum.
Pelayanan rohaninya di negeri orang menjadi bukti bahwa karya pastoral Gereja tidak mengenal batas geografis. Ia hadir sebagai gembala muda yang menjangkau kaum intelektual muda dengan pendekatan sabda yang sederhana namun menguatkan iman.