April 23, 2026

Laporan: Milton De Holet

Manokwari, 30 Agustus 2025 — Kongres I Perhimpunan Alumni Jayapura Papua Barat resmi digelar di Oriestom Bay Hotel, Rendani Manokwari, dengan mengusung tema “Sarjana Pulang Kampung.” Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para alumni Jayapura dari berbagai sektor di Manokwari untuk merumuskan gagasan dan rekomendasi konstruktif demi kemajuan Papua Barat.

Kongres dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Papua Barat, Drs. H. Ali Baham Temongmere, MTP., yang hadir mewakili Gubernur Papua Barat. Ia juga tampil sebagai pembicara pertama, dengan penekanan pada pentingnya perubahan pola pikir (change) di kalangan alumni sebagai motor penggerak transformasi daerah. Alumni didorong untuk tidak hanya pulang kampung secara simbolis, tetapi juga membawa semangat perubahan, berpikir strategis, dan berperan aktif dalam menjawab tantangan nyata di Papua Barat.

Rektor Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) Manokwari, Prof. Dr. Roberth Kurniawan Ruslak Hammar, S.H., M.Hum., M.M., CLA.

Sebagai pembicara kedua, Rektor Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) Manokwari, Prof. Dr. Roberth Kurniawan Ruslak Hammar, S.H., M.Hum., M.M., CLA., menyampaikan materi dari perspektif hukum terkait implementasi Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus). Ia memberikan perhatian khusus pada tiga sektor utama: pendidikan, kesehatan, dan keberadaan masyarakat hukum adat.

Prof. Hammar mengkritisi banyaknya produk hukum daerah (Perdasus) yang belum berjalan optimal akibat rendahnya pemahaman terhadap substansi dan konteks sosial Papua. Ia menegaskan bahwa untuk menjawab persoalan yang dihadapi Orang Asli Papua (OAP), dibutuhkan pendekatan yang berangkat dari pemahaman mendalam terhadap realitas lokal.

> “Kita tidak bisa hanya fokus pada regulasi. Untuk memahami dan menyelesaikan persoalan Papua, khususnya OAP, dibutuhkan mindset Papua—cara pandang yang lahir dari pemahaman mendalam terhadap realitas lokal,” tegasnya.

Kongres ini turut dihadiri oleh pimpinan kampus, mahasiswa, aktivis, perwakilan partai politik, dan unsur BP3OKP, yang secara kolektif memberikan dukungan terhadap inisiatif para alumni. Para peserta membahas berbagai isu strategis menyangkut pemerintahan, kebijakan daerah, serta menyusun kerangka rekomendasi yang berbasis pada kekuatan intelektual dan nilai-nilai lokal.

Kongres ini diharapkan menjadi forum berkelanjutan yang menghimpun ide, pengalaman, dan komitmen alumni untuk membangun tanah kelahiran secara kolaboratif, solutif, dan berkelanjutan demi masa depan Papua Barat yang lebih inklusif dan berdaya saing.