“SAHABAT, CINTA DAN RUMAH”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)
Ilustrasi "SAHABAT, CINTA DAN RUMAH": Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA). Sumber Gambar: Starcom Indonesia's Artworks No. 925-301 (Assisted by AI).
/1/
SAHABAT, CINTA DAN RUMAH
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Engkau, para sahabatku,
di mana cintamu sekarang?
di mana rumahmu sekarang?
Di dada angin?
Atau di mata seorang anak yang kehilangan ibunya?
Aku melihatmu menampung hujan
di telapak tangan yang gemetar,
menadah sesuatu yang lebih rapuh dari cahaya.
Sahabatku,
Jika kenanganmu sudah lama hilang,
jika cintamu sudah lama pergi,
jika kau tak lagi di hati kekasihmu,
jika kemanusiaan sudah dipandang jemu,
jika rumahmu sudah pergi,
Kemana lagi rindu kan kau labuhkan?
Tak usah kau menangis, sahabatku,
Hapus air matamu.
Jika cintamu di dunia ini telah pergi,
Tuhan akan selalu mencintaimu,
Jika rumahmu telah pergi,
dirikan kembali,
bersama jiwa yang bersedia berbagi di dunia ini,
hingga kau bisa rasakan, cinta Tuhan di hatimu yang penuh kesabaran.
Padang, Sumatera Barat
Juli 2013
/2/
Malammu, Temanku
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Engkau, temanku,
malammu tidak memiliki kelopak untuk tertutup.
Di matamu, bintang-bintang gugur seperti burung
yang kehilangan sarang di dada kota terbakar.
Engkau mengumpulkan serpihan kaca dari langit,
menjahitnya kembali menjadi harapan,
sebuah janji yang tak pernah selesai diucapkan.
Tetapi jika Tuhan telah mendengar semuanya
dan masih memilih diam,
maka mari kita nyalakan nyala lain,
sebuah doa yang tak dapat dipadamkan.
Padang, Sumatera Barat
Juli 2013
/2/
Memungut Waktu yang Jatuh
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Engkau, sahabatku, saudaraku,
kau memungut waktu yang jatuh
dari dahan sejarah yang patah.
Tanganmu berdarah oleh tanah
yang tak lagi mengingat benih,
tetapi kau tetap menggali,
mencari sisa akar yang bersedia bertahan.
Jika sejarah dapat retak,
maka mari kita anyam ulang
dengan tangan yang masih bisa gemetar,
agar kenangan tak hanya menjadi abu.
Padang, Sumatera Barat
Juli 2013
/3/
Menyebut Namamu di Lorong Sunyi
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Engkau, temanku,
aku menyebut namamu di lorong sunyi,
tetapi hanya gema yang menjawab.
Sejarah mencatatmu dalam tinta yang terhapus,
dan kau berjalan
seperti takdir yang lupa siapa dirinya.
Langkahmu meninggalkan jejak di debu,
tetapi angin menghapusnya
sebelum matahari bisa membacanya.
Jika dunia menolak mengingat,
maka biarkan aku menjadi nadamu,
hingga suara ini menusuk pori-pori batu.
Padang, Sumatera Barat
Juli 2013
/4/
Tersesat Diantara Kata-kata
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Engkau, kawanku,
aku melihatmu tersesat di antara kata-kata
yang tak sempat kau genggam sepenuhnya.
Ayat terakhir masih terlipat di bibirmu,
tetapi sebelum sempat kau lafalkan,
langit telah menutup dirinya.
Jika Tuhan masih mendengar,
mari kita ulang kembali doa ini,
dengan suara yang tak akan diredam
oleh sunyi dunia.
Padang, Sumatera Barat
Juli 2013
/5/
Mencari Jalan Pulang
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Engkau, sahabatku,
kau mencari jalan pulang
di antara puing-puing yang tak lagi memiliki alamat.
Sebuah jendela masih berdiri tanpa rumah,
sebuah pintu terbuka tanpa dinding,
dan kau bertanya pada jalan
yang tak lagi mengenali nama kita.
Jika dunia telah menghapus peta kita,
maka mari kita ciptakan sendiri,
dengan langkah yang tak bisa dibatalkan.
Padang, Sumatera Barat
Juli 2013
/6/
Menyimpan Gelap Dalam Tatapan
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Kau menyimpan gelap dalam tatapan,
seperti seseorang yang pernah mencintai matahari
tetapi melupakannya dalam mimpi-mimpi basah.
Jika fajar tak ingin datang,
maka mari kita jadikan diri kita sendiri
pelita yang tak ingin redup.
Padang, Sumatera Barat
Juli 2013
/6/
Berdiri di Ladang Abu
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Engkau, sahabatku dan saudaraku,
kau berdiri di ladang abu,
menggenggam sejumput tanah
yang menolak lupa.
Kau merajut kembali kapas
yang telah dibakar sejarah,
karena kau percaya bahwa bendera
harus selalu bisa dikibarkan.
Jika musim enggan memberi panen,
mari kita menanam harapan
dengan tangan yang tetap mengepal.
Padang, Sumatera Barat
Juli 2013
/9/
Melukis Peta Pulang
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Engkau, sahabatku, saudaraku,
kau melukis peta pulang
dengan darah yang mengering di jemarimu.
Kanvasmu adalah tubuh sendiri,
kuasnya adalah takdir yang bengkok,
dan warna-warnanya adalah seruan
yang tak ingin dikubur di tenggorokan.
Jika dunia hanya memberimu luka,
maka mari kita ubah menjadi keindahan
yang bertahan lebih lama dari sakitnya.
Padang, Sumatera Barat
Juli 2013
/10/
Sebelum Langit Mengakui Air Matamu
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Engkau, sahabatku, saudaraku,
berapa doa lagi yang harus kau kirim,
sebelum langit mengakui air matamu?
Engkau berdiri di bawah hujan,
tetapi yang turun bukan rahmat,
melainkan abu yang mencatat kesedihan
dalam bahasa yang tak lagi kita pahami.
Jika langit memilih bisu,
maka mari kita menjadi suara
yang bisa didengar bumi.
Padang, Sumatera Barat
Juli 2013
——————————————
Kumpulan puisi “SAHABAT, CINTA DAN RUMAH” di atas, yang terdiri dari puisi No. 1–10, awalnya ditulis secara bilingual (Inggris-Indonesia) oleh Leni Marlina pada bulan Juli 2013, murni sebagai hobi pribadi dan koleksi pribadi. Saat itu, ia baru saja menyelesaikan program Master of Writing and Literature (dengan fokus pada Kajian Sastra, Penulisan Kreatif, dan Sastra Anak) di Australia, dengan dukungan beasiswa dari pemerintah Indonesia. Bertahun-tahun kemudian, puisi-puisi ini ditinjau kembali, direvisi, dan untuk pertama kalinya secara bertahap diterbitkan melalui platform digital pada tahun 2025.
Leni aktif terlibat dalam dunia kepenulisan dan sastra, khususnya sebagai anggota Komuitas Penulis Indonesia (SATU PENA, cabang Sumatera Barat) sejak didirikan pada tahun 2022, serta sebagai bagian dari Komunitas Kreator Indonesia Era AI. Ia juga merupakan anggota Komunitas Penyair dan Penulis Sastra Internasional (ACC) di Shanghai, dan pada tahun 2024, ia dianugerahi peran sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association. Perjalanannya di dunia sastra mencakup keterlibatan sebelumnya dengan Victorian Writers Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia dengan penuh dedikasi mengajar sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.
Di luar bidang akademik dan sastra, Leni juga mendirikan dan memimpin sejumlah komunitas digital yang berfokus pada bahasa sastra, literasi pendidikan, dan pemberdayaan sosial. Komunitas-komunitas tersebut meliputi:
✨ 1. World Children’s Literature Community (WCLC) – https://shorturl.at/acFv1
✨ 2. Poetry-Pen International Community – Wadah bagi ekspresi puisi global
✨ 3. PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Pemikiran Masyarakat) – Komunitas Puisi Inspirasi Masyarakat Indonesia. https://shorturl.at/2eTSB; https://shorturl.at/tHjRI
✨ 4. Starcom Indonesia Community (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia) – https://rb.gy/5c1b02
✨ 5. Linguistic Talk Community – Ruang diskusi tentang bahasa
✨ 6. Literature Talk Community – Wadah bagi para pecinta sastra.
✨ 7. Translation Practice Community – Menjembatani bahasa melalui penerjemahan khususnya bahasa Inggris-Indonesia dan sebaliknya.
✨ 8. English Language Learning, Literacy, and Literary Community (EL4C) – Mendukung perkembangan bahasa dan literasi bahasa Inggris