April 20, 2026

SBSI Maluku Siapkan Aksi Besar: Buruh Terdesak, Pemerintah Dinilai Abai

Oleh : joko

Kenaikan Harga Beras dan Ketimpangan Upah Jadi Pemicu Gelombang Perlawanan

http://suaraanaknegerinews.com | Ambon, 4 Juli 2025 – Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Provinsi Maluku menggelar rapat internal yang sarat makna pada Rabu malam (3/7/25) di Kota Ambon. Dalam forum konsolidasi tersebut, mengemuka wacana aksi demonstrasi besar-besaran sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan pokok, terutama beras dan ketidakadilan yang terus menghimpit kaum buruh di Maluku.

Ketua SBSI: Kami Tidak Akan Diam!

Ketua SBSI Maluku, Bung Dimas Luanmase, dengan lantang menyuarakan kegelisahan buruh di tengah kondisi ekonomi yang semakin berat.

Ia menegaskan bahwa kenaikan harga beras telah memukul keras daya beli buruh, sementara pelanggaran hak-hak ketenagakerjaan seolah dibiarkan tanpa pengawasan yang tegas.

“Kami melihat adanya pembiaran terhadap penderitaan buruh dan masyarakat kecil. Jika ini terus dibiarkan, maka SBSI tidak akan tinggal diam. Aksi besar-besaran akan segera digelar sebagai bentuk perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan ekonomi,” tegas Dimas.

Suara Buruh Didukung Mahasiswa dan Aktivis Sosial

Tak hanya pengurus cabang dari berbagai kabupaten/kota di Maluku yang hadir, rapat juga diikuti oleh perwakilan mahasiswa dan aktivis sosial yang menyatakan kesiapannya untuk ikut turun ke jalan.

Konsolidasi lintas elemen ini memperkuat solidaritas gerakan dan menjadi sinyal bahwa isu buruh bukan lagi persoalan sektoral, melainkan krisis keadilan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Empat Poin Tuntutan Utama Aksi

Dalam hasil pembahasan, setidaknya terdapat empat isu sentral yang akan menjadi dasar aksi:

  1. Kenaikan drastis harga beras dan kebutuhan pokok yang menekan ekonomi buruh.
  2. Upah minimum yang dianggap tidak memadai, terutama di sektor informal dan buruh harian.
  3. Lemahnya perlindungan tenaga kerja dan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan lokal yang melanggar hak pekerja.
  4. Respons lamban dari Pemerintah Provinsi Maluku dan DPRD, yang dinilai belum menunjukkan keberpihakan pada nasib buruh dan rakyat kecil.

Seruan untuk Bersatu: Buruh Bukan Alat Produksi

SBSI Maluku mengajak seluruh serikat pekerja, organisasi masyarakat sipil, serta kelompok mahasiswa untuk bersatu dalam barisan perjuangan demi menuntut keadilan dan kesejahteraan yang selama ini terabaikan.

“Buruh bukan sekadar alat produksi. Kami adalah manusia yang punya hak untuk hidup layak. Pemerintah harus segera bertindak atau kami yang akan bertindak di jalanan,” pungkas Dimas Luanmase dengan tegas.

Aksi Akan Diumumkan Segera

Informasi lebih lanjut mengenai waktu dan titik aksi akan diumumkan dalam waktu dekat, setelah proses konsolidasi bersama seluruh elemen pendukung rampung dilakukan.

Satu hal yang pasti, SBSI Maluku telah menyalakan api perlawanan dan jika pemerintah tetap diam, jalanan akan menjadi saksi suara rakyat yang menuntut perubahan.

Rilis : dl