May 5, 2026
narasoma laut mati

anto narasoma

Begitu kentara biru
yang memekat pada
air mukamu
Karena dalam hamparan garam ; memunculkan maut-maut mematikan dalam kecipak air yang sunyi kehidupan

Saat Kau bentangkan perasaan Cinta
sebagai Laut Mati ;
berkali-kali ganggang dan ikan pari mati terpanggang dalam cuaca kemarau abadi

Berkali-kali kau lampiaskan perkataan cinta antara air dan taburan garam di tubuhmu ; kau hanya Laut Mati bagi ribuan kematian

“Laut Mati….Laut Mati ! Kau terbaring dalam gerak terendah bagi cuaca panas. Maka tidurlah sebagai danau hipersalin yang sunyi dari deru kapal”

Tatkala airmu melaju dalam kata-kata pilihan seluas Laut Mati ;
sejumlah sajakku menjadi danau terendah yang membaca puisi sebelum aku mati

Palembang,
18 Januari 2021