SEBELUM AKU MATI, LAUT MATI
anto narasoma
–
Begitu kentara biru
yang memekat pada
air mukamu
Karena dalam hamparan garam ; memunculkan maut-maut mematikan dalam kecipak air yang sunyi kehidupan
Saat Kau bentangkan perasaan Cinta
sebagai Laut Mati ;
berkali-kali ganggang dan ikan pari mati terpanggang dalam cuaca kemarau abadi
Berkali-kali kau lampiaskan perkataan cinta antara air dan taburan garam di tubuhmu ; kau hanya Laut Mati bagi ribuan kematian
“Laut Mati….Laut Mati ! Kau terbaring dalam gerak terendah bagi cuaca panas. Maka tidurlah sebagai danau hipersalin yang sunyi dari deru kapal”
Tatkala airmu melaju dalam kata-kata pilihan seluas Laut Mati ;
sejumlah sajakku menjadi danau terendah yang membaca puisi sebelum aku mati
Palembang,
18 Januari 2021