May 10, 2026

Era Nurza

Kulantunkan namamu
wahai Muhammad, cahaya tak pernah padam
Suaramu menjelma angin lembut
menyapu hati yang haus akan kasih sayang Tuhan
Setiap selawat adalah anyaman rindu
menjahit jarak antara aku dan teladan agungmu

Dalam harum mawar Madinah
aku temukan jejak langkah
Engkau rahmat bagi semesta
laut yang tak pernah kering memberi kasih
Namamu diulang bumi dan langit
bagai bintang menuntun jiwa gelap

Wahai kekasih Allah
selawat menjadi jembatan cintaku padamu
Dalam sujud kutitipkan kerinduan
dalam doa kusematkan namamu yang mulia

Ya Rasul
biarkan rinduku terus berselimut selawat
agar kelak di telaga kasihmu
kudapati sejuk yang abadi

Padang, September 2025

Muhammad, Lautan Kasih Tanpa Tepi
Era Nurza

Engkau datang wahai Rasul
bagai fajar memecah malam panjang
menyiramkan cahaya pada hati-hati rapuh
menghidupkan jiwa yang nyaris padam

Kasihmu, Muhammad
adalah lautan tak bertepi
ombaknya tak pernah lelah memeluk pantai
menghapus luka yang dunia sematkan
Engkau adalah puisi Tuhan yang hidup
bait kasih dalam setiap langkah
irama sabar dalam setiap ujian
dan syair pengampunan dalam setiap luka

Bumi pernah kering sebelum namamu dilantunkan
langit pernah redup sebelum selawat dikumandangkan
Kini setiap hela napas manusia
mengingatkan bahwa engkau adalah rahmat yang turun tanpa batas

Wahai Muhammad
engkau bukan sekadar sejarah
engkau denyut dalam darah iman
engkau cahaya di mata jiwa
engkau jawab dari doa-doa yang pecah di sepertiga malam
Kami yang kecil di hadapanmu
menyulam rindu dengan selawat
agar dapat meneguk setetes kasihmu
di telaga yang abadi
di hari ketika tak ada lagi tempat berlari

Muhammad
engkau laut tanpa tepi
kasihmu tak pernah kering
mengalir dari zaman ke zaman
membasuh hati kami yang haus akan cinta Ilahi

Padang, September 2025

Penulis.
Edrawati, M.Pd. dengan nama pena Era Nurza, adalah staf edukatif di sebuah sekolah menengah di Padang yang aktif menebarkan semangat literasi. Ia bergiat di berbagai komunitas penulis, menghadirkan karya dalam bentuk puisi, cerpen, hingga buku nonfiksi. Memperoleh beberapa penghargaan tingkat nasional dari berbagai lomba dan komunitas sastra.
Selain berkarya, ia juga membina siswa untuk berani menulis dan mengekspresikan diri lewat kata. Literasi bukan sekadar keterampilan, melainkan jalan untuk membuka jendela dunia dan menyalakan cahaya dalam kehidupan.