April 24, 2026

Refleksi Paulus Laratmase

Biak, 20 Mei 2025 — Suara Anak Negeri News.Com,- Ribuan warga Maluku yang bermukim di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori, Papua, tumpah ruah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura yang ke-208. Peringatan penuh semangat ini dipusatkan di Kompleks Sospol Rindge II, Biak, dan menjadi bukti nyata bahwa semangat juang Pattimura masih menggelora di tanah rantau.

Rangkaian acara diawali dengan pengukuhan Upulatu (pemimpin adat Maluku) yang berlangsung khidmat di Gedung Negara Biak. Pengukuhan ini dipimpin oleh sesepuh orang Maluku di Biak, John Diaz, dan disaksikan langsung oleh Ketua IKEMAL Papua, Christian Sohilait, S.T., M.T, serta Ketua IKEMAL Biak-Supiori, Turbey O. Dangeubun, S.Pi., M.Si. Momen sakral ini menjadi simbol pemersatu masyarakat Maluku di perantauan, sekaligus bentuk pelestarian nilai-nilai adat dan perjuangan leluhur.

Sementara prosesi pengukuhan berlangsung di Gedung Negara, semangat Pattimura mulai terasa di jalanan Biak Kota. Pawai Obor Pattimura yang diikuti oleh ratusan pemuda Maluku digelar dari Kampung Sorido, Distrik Biak Kota, menuju Lapangan Sospol—lokasi utama perayaan. Obor semangat ini diarak penuh khidmat dan semangat juang, membawa simbol api perjuangan sang pahlawan menuju titik perayaan.

Suasana makin semarak saat rombongan Upulatu yang telah dikukuhkan diantar dari Gedung Negara menuju Lapangan Sospol. Mereka disambut meriah oleh Pawai Lari Obor yang dipimpin oleh para pemuda, serta tarian khas Tanimbar yang ditampilkan di bawah arahan Netty Oratmangun. Perpaduan antara adat, semangat muda, dan nilai historis ini menghadirkan momen yang menggetarkan hati.

Para Upulatu Diarak dari Gedung Negara Menuju Lapangan Upacara HUT Pattimura Yang Ke-208 di Ridge II Biak, 23 Mei 2025. (Foto Paulus Laratmase)

Setibanya di lapangan, ribuan masyarakat Maluku dan warga Biak menyambut rombongan dengan antusiasme tinggi. Lapangan Sospol yang bersebelahan dengan kediaman Wakil Bupati Biak Numfor pun penuh sesak oleh massa yang ingin menyaksikan prosesi puncak: penyulutan Api Semangat Pattimura.

Momen puncak pun berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Para Upulatu yang baru saja dikukuhkan secara simbolis menyalakan Api Semangat Pattimura di tengah lapangan, disambut oleh suara gemuruh lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan bersama oleh massa. Lagu-lagu seperti “Pattimura Pahlawan Bangsa”  bergema, menyatukan hati masyarakat dalam semangat persatuan dan nasionalisme.

Ketua IKEMAL Biak-Supiori, Turbey Dangeubun, dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan ini bukan sebuah hanya acara tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat identitas dan mempererat tali persaudaraan orang Maluku di perantauan. “Kita tidak boleh melupakan akar dan sejarah kita. Pattimura bukan hanya milik Maluku, tapi milik seluruh bangsa Indonesia,” tegasnya.

Dengan berakhirnya penyulutan obor dan persembahan seni budaya, peringatan HUT Pattimura ke-208 ditutup dengan doa bersama dan pesan-pesan moral untuk generasi muda agar terus meneladani semangat perjuangan Kapitan Pattimura: berani, jujur, dan cinta tanah air.

Perayaan ini menjadi bukti bahwa meski berada jauh dari tanah leluhur, semangat dan budaya Maluku tetap hidup dan menyala di tanah Papua. Pattimura Hidup dalam Semangat Kita!