April 24, 2026

Oleh Paulus Laratmase

Popy Soukota, S.H. bukan sekadar seorang MC biasa. Sosok perempuan Maluku yang bersahaja ini telah menorehkan jejak profesional yang menginspirasi, baik di dunia keprotokoleran maupun di ranah Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam peringatan Hari Pattimura ke-208 yang digelar secara meriah di Lapangan Sospol Biak, Popy kembali menunjukkan kelasnya sebagai Master of Ceremony ulung. Membawa semangat Kapitan Pattimura dalam setiap kata dan intonasi, ia memandu acara dengan penuh kharisma dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya.

Lahir dan besar dengan semangat pantang menyerah, Popy memulai kariernya sebagai jurnalis di Radio Republik Indonesia (RRI) Biak. Dunia jurnalistik memberinya ketajaman berpikir, kemampuan komunikasi yang kuat, serta kepekaan terhadap dinamika sosial dan budaya di Tanah Papua. Meski perjalanan hidupnya penuh liku, Popy terus belajar dan mengasah diri hingga akhirnya meniti karier sebagai ASN di Sekretariat Daerah Kabupaten Biak Numfor. Posisi ini tidak membuatnya berhenti berkarya. Sebaliknya, ia justru menjadikan status ASN sebagai fondasi dalam berkontribusi lebih luas untuk masyarakat dan pemerintah daerah.

Sebagai MC, Popy dikenal tidak hanya karena kemampuannya menguasai panggung, tapi juga karena etika kerjanya yang tinggi. Ia selalu mengedepankan komunikasi sebelum acara dimulai, memahami alur dan tujuan acara secara menyeluruh, serta memastikan setiap pihak yang terlibat menjalankan perannya dengan tepat. Ia percaya bahwa kesuksesan sebuah acara bukan hanya bergantung pada dirinya sebagai MC, tapi pada sinergi seluruh tim pelaksana.

Puncak pencapaian karier MC-nya tercermin dalam penampilannya di berbagai acara protokoler berskala nasional, termasuk sebagai MC utama dalam Momentum Sail Teluk Cenderawasih 2023 yang dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo. Penampilannya kala itu menuai pujian dan memperkuat posisinya sebagai salah satu MC profesional terkemuka di Tanah Papua.

Pada acara HUT Pattimura 2025, Popy tampil memukau dengan balutan identitas budaya Maluku yang kental, membawa semangat persatuan dan keberagaman. Ia bukan hanya pemandu acara, melainkan simbol dari perempuan Maluku yang tangguh, cerdas, dan membumi. Dalam dirinya, hidup semangat para pahlawan, yang kini diteruskan melalui kata-kata yang membangun, menuntun, dan mempersatukan.

Generasi muda Maluku melihat Popy Soukota sebagai teladan. Seorang figur yang mampu memadukan profesionalisme, penghargaan terhadap budaya, serta semangat untuk terus belajar dan melayani. Dengan kehadirannya di panggung-panggung penting, ia membuktikan bahwa seorang MC tidak hanya bertugas mengisi waktu, tapi menjadi penjaga ruh dan marwah sebuah acara. Itulah Popy Soukota, Sang Nona Hitam Manis dari Maluku, simbol suara perempuan timur yang menggema hingga pelosok negeri.