Pastor Pius Heljanan MSC: Damai Sejati Hadir dalam Diri Pelaksana Firman
Oleh : joko
http://suaraanaknegerimews.com | SAUMLAKI — Minggu pagi yang sejuk dan berawan, Minggu, 25 Mei 2025, suasana hening menyelimuti Dusun Taborat, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Di tengah keheningan itu, suara lembut namun penuh makna menggema dari mimbar Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran.
Pastor Pius Heljanan, MSC, pemimpin Kuasi Paroki Lauran, membawakan renungan penuh kedalaman yang menembus relung hati umat, Misa pagi ini.
Dengan mengutip Injil Yohanes 14:23-29, Pastor Pius mengajak umat untuk merenungkan satu pesan penting: “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti Firman-Ku.” Kalimat ini menjadi landasan utama refleksi iman pagi itu.
“Saudaraku, ada banyak orang yang fasih berbicara tentang Yesus dan Firman-Nya. Namun, tidak sedikit dari mereka yang gagal mempraktekkannya dalam tindakan nyata,” ujar Pastor Pius dalam homilinya yang tenang namun menggugah.
Menurutnya, kasih kepada Kristus bukan sekadar ucapan atau pengetahuan teologis, tetapi sebuah komitmen hidup yang nyata ditunjukkan melalui kesetiaan menjalankan kehendak Tuhan dalam keseharian.
Allah Hadir dalam Hati yang Setia
Pastor Pius menekankan bahwa bagi orang yang mengasihi dan menuruti Firman Tuhan, Allah Tritunggal akan hadir dan tinggal bersamanya.
Kehadiran ilahi itu bukan sekadar simbolik, melainkan nyata dalam bentuk damai sejati yang memenuhi hidup seorang beriman.
“Bila Tuhan ada bersamamu, damai yang diberikan akan tinggal dalam hidupmu,” ucapnya penuh keyakinan. “Damai itu bukan berasal dari dunia, tetapi dari relasi yang intim dan intens dengan Allah.”
Ia mengajak umat untuk menjadikan hidup mereka sebagai perpanjangan damai Tuhan bagi sesama.
Dalam setiap tindakan, dalam sikap, dalam kata-kata, kasih Kristus harus menjadi napas hidup orang percaya.
Kehadiran yang Membawa Damai
Misa pagi itu tidak hanya menjadi momen liturgi, tetapi juga perhentian rohani yang dalam.
Banyak umat tampak merenung, terdiam dalam keheningan, membawa pulang pesan: “Semoga kehadiranmu membawa damai bagi sesama.”
Dari gereja kecil di tepian selatan Tanimbar, suara Pastor Pius menggema seperti suara nabi zaman kini, menyuarakan kembali ajaran lama yang tak pernah usang.
Hanya mereka yang hidup dalam kasih dan ketaatan yang akan mengalami damai Kristus yang sejati.