May 10, 2026

Seminar KKN UNCRI: Mahasiswa Harus Menulis dari Realita, Lulus Tepat Waktu, dan Siap Mengabdi

Laporan: Milton De Holet

Manokwari, 6 September 2025 – Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) menggelar Seminar KKN Angkatan II, Sabtu (6/9), yang diikuti oleh mahasiswa dari Program Studi Hukum dan Program Studi Manajemen. Seminar ini menjadi puncak kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung pada 21 Juli–21 Agustus 2025 di sejumlah kampung di Distrik Tanah Rubuh (Kabupaten Manokwari), Oransbari dan Ransiki (Kabupaten Manokwari Selatan), serta Distrik Manimeri (Kabupaten Teluk Bintuni).

Dari total 147 mahasiswa peserta KKN yang terdata, terbagi dalam 11 kelompok, dan hampir seluruhnya hadir dan mengikuti seminar secara tatap muka, dengan satu kelompok mengikuti secara daring (online).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UNCRI, Prof. Dr. Roberth Kurniawan Rusak Hammar, S.H., M.Hum., M.M., CLA., yang menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif mahasiswa dalam mendekatkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat kampung.

“Pengalaman di lapangan adalah sumber ilmu yang sangat berharga. Saya mendorong mahasiswa UNCRI untuk menjadikannya bahan tulisan ilmiah maupun reflektif. Tulisan-tulisan itu harus lahir dari kenyataan, bukan sekadar teori. Dan saya harap kalian semua menyelesaikan studi tepat waktu agar segera bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” tegas Prof. Roberth.

Dalam seminar ini, mahasiswa Hukum mempresentasikan hasil kerja mereka dalam bentuk penyuluhan hukum, edukasi hak masyarakat, serta mediasi sosial di tingkat kampung. Sementara itu, mahasiswa Manajemen menampilkan berbagai program inovatif seperti pelatihan pengelolaan UMKM, penguatan kewirausahaan lokal, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi kampung.

Selain sebagai forum laporan, seminar juga menjadi ruang refleksi dan dialog akademik. Setiap kelompok wajib melakukan perbaikan laporan sesuai dengan catatan para dosen penguji, yang hadir memberikan masukan langsung setelah setiap presentasi.

Setelah seluruh kelompok menyelesaikan pemaparan, seminar ditutup dengan pengumuman hasil kelulusan KKN. Dari 147 mahasiswa, hanya satu orang yang dinyatakan tidak lulus.

Dalam sesi penutupan, Rektor kembali menegaskan bahwa pengalaman lapangan selama KKN harus menjadi landasan awal untuk menyusun tugas akhir, mulai dari pengajuan proposal judul, penelitian, hingga penulisan skripsi yang relevan dengan kondisi riil masyarakat. Ia mengingatkan bahwa proses akademik tersebut bukan hanya untuk memenuhi syarat kelulusan, tetapi sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap perubahan sosial.

Dengan berakhirnya seminar ini, mahasiswa UNCRI diharapkan segera melanjutkan ke tahap akhir studinya, menyelesaikan skripsi tepat waktu, dan bersiap mengabdi sebagai bagian dari solusi untuk masyarakat, khususnya di tanah Papua Barat.