Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Semua Manusia Pasti Akan Mati Dan Sebelum Mati Kita Akan Diuji Seperti Sakit, Kemiskinan Dan Kematian

Tausiah Religi 📖
Rasulullah ﷺ Bersabda :
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim) .
==============
KULIAH SHUBUH
Sabtu , 22 November 2025(01 Jumadil Akhir 1447 H)

Oleh Tb Mh Arief Hendrawan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Terlebih dahulu mari kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar – benarnya , yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah ﷻ dan rasul-Nya Muhammad ﷺ serta menjauhi apa yang dilarang oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya Muhammad ﷺ .

Marilah segenap hati dan pikiran kita, kembali kita tujukan kepada Allah Rabbal ‘alamiin.
Kita renungi keagungan dan kebesaran sifat-Nya, kekuasaan dan rahmat yang selalu diberikan kepada kita manusia.

Bagi hati nurani yang hidup pasti ia selalu merasa puas dan gembira, serta bersyukur atas segala nikmat yang telah dicurahkan kepadanya.
Rasa syukur yang dapat menumbuhkan kesadaran, sadar apa yang dikatakan bahwa segala kenikmatan apapun yang kita terima pada hakekatnya adalah titipan Allah ﷻ semata – mata.

Bahkan nyawa yang ada pada kita saat kini, juga merupakan milik Allah, kita hanya sebagai hak pakai saja.
Dengan demikian insyaa’ Allah akan timbul dari jiwa kita rasa taqwa kepada Allah, sekaligus memahami bahwa semua makhluk yang berada di alam ini, tanpa kecuali semua akan mengalami kematian.

Tidak ada satu makhluk pun Allah ciptakan abadi atau kekal selamanya di dunia ini.
Tidak ada pandang bulu, apa dia orang baik, durhaka, kuat, kaya, miskin atau berpangkat, raja, rakyat jelata, semuanya pasti akan mati.

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman :
“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu Muhammad ﷺ; Maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?
Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati.
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan yang sebenar – benarnya. dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiyaa: 34-35)

Mengacu pada ayat diatas Allah telah memberi pemahaman kepada kita bahwa semua manusia pasti akan mati dan sebelum mati manusia pasti akan diuji dengan berbagai ujian.
Semua ujian itu merupakan suatu membuat kita tidak senang seperti sakit, kemiskinan dan kematian.
Selain itu kita juga diuji dengan kebaikan dan kesenangan, seperti kekayaan, harta yang banyak dan ilmu yang kita miliki.

Maka kita sebagai orang beriman semua hal itu perlu disadari bahwa, kehidupan di dunia ini adalah sementara, diakhirat kita akan bertemu dengan kehidupan yang sebenarnya lagi kekal dan abadi selamanya.

Manusia tidak akan sampai ke akhirat sebelum melalui kematian.
Karena itu kematian merupakan kepastian yang tidak dapat kita tolak dengan apapun dan siapapun. Meskipun dia berada ditempat persembunyian yang atau berada di benteng yang kuat, kematian akan tetap mendatangi.

Selanjutnya dalam surat Yunus ayat 49 Allah Ta’ala berfirman:
“Tiap-tiap umat mempunyai ajal. apabila telah datang ajal mereka,
Maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukannya”.
(QS.Yunus : 49)

Juga dalam surat al-Jum’at ayat 8 Allah Ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya,
Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.
(QS.Al- al-Jum’at : 8)

Dan dalam surah an-Nisa’ ayat 78 Allah berfirman :
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Cukup ayat diatas menjadi dasar pemahaman penyadaran bagi kita akan datangnya kematian.
Sering pula kita saksikan bagaimana perjalanan seseorang menuju kematiannya. Berbagai macam nampak keadaannya. Sedangkan kita yang hidup tidak mengerti dengan yang dirasakan.

Namun kita sebagai orang yang beriman percaya betapa sakitnya derita orang sedang dicabut nyawanya.

Maka marilah sejenak kita buka kembali cuplikan sejarah kematian Nabi Idris dibawah ini .

Nabi Idris: “Wahai Malaikat Izrail.
Lantas apa maksud kedatangan Engkau kemari?
Adakah Engkau ingin mencabut nyawaku?”

Malaikat Izra’il :
“Tidak Idris.
Saya datang memang untuk mengunjungimu, karena saya rindu dan Allah mengizinkan Saya.”

Nabi Idris: “Wahai Izrail.
Saya punya satu permintaan dan tolong kabulkan.
Tolong cabut nyawa saya.
Dan minta izin ke Allah untuk mengembalikan nyawa saya.
Saya hanya ingin merasakan sakaratul maut yang banyak orang katakan sangat dahsyat.”

Malaikat Izrail: “Sesungguhnya saya tidaklah mencabut nyawa seseorang pun, melainkan hanya dengan izin Allah.”

Kemudian Allah Ta’ala mengabulkan permintaan Sang Nabi.
Dan Malaikat Izrail pun mencabut nyawa Nabi Idris saat itu juga.
Malaikat Izrail menangis melihat sahabatnya merasakan kesakitan. Setelah mati, Allah menghidupkan kembali Nabi Idris.

Setelah hidup Nabi Idris menangis sejadi-jadinya.
Dia tidak bisa membayangkan jika manusia- manusia lain mengalami sakaratul maut dengan kedahsyatan yang sama.

Bahkan rasulullah ﷺ pernah menyebutkan : “Sakitnya sakaratul maut itu, seperti tiga ratus kali sakitnya tusukan pedang”. (HR. Ibnu Abu Dunya).

Maka sudah seharusnya kita memperbanyak mengingat mati, agar kita selalu berhati-hati hidup dipermukaan bumi ini.
Dan dengan mengingat mati seorang pasti akan mengakhiri perbuatan maksiatnya kepada Allah.
Serta lebih giat bertaubat menuju ampunannya.

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Demikianlah Kuliah Shubuh ini
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wa billahit taufik wal hidayah.
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته