April 23, 2026

Sinergi Menuju Madrasah Hebat: ANBK di MAN Sawahlunto Dimonitor Langsung Kemenag

SAWAHLUNTO, 6 Agustus 2025 Mentari pagi menyinari lereng perbukitan Kota Sawahlunto, sebuah peristiwa penting berlangsung di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto. Tepat pada hari ini Rabu 6/8  pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) menjadi saksi keseriusan madrasah dalam menjemput masa depan pendidikan yang lebih bermutu.

Sebagai bentuk komitmen terhadap mutu dan integritas pelaksanaan asesmen nasional, tim monitoring dari Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto hadir menyemarakkan kegiatan tersebut. Dipimpin langsung oleh Syafrudin, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Kota Sawahlunto, kunjungan ini juga melibatkan dua sosok penting pengawas madrasah, yakni Mhd. Yustar dan Indra Gani, serta staf Penmad yang sigap dan penuh dedikasi, Rani Fitria.

Mereka datang bukan sekadar meninjau, tetapi membawa semangat pembinaan, menyapa para peserta didik, menyelami denyut pelaksanaan, dan memastikan bahwa ANBK dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Langkah kaki tim monitoring disambut hangat oleh Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro di ruang kerja beserta wakil kurikulum MAN Kota Sawahlunto Oky Loly Weny. Raut wajah para siswa yang mengikuti ANBK terpancar penuh keseriusan, sementara layar-layar komputer menampilkan soal-soal yang menantang daya nalar, literasi, dan numerasi mereka. Tak ada kegaduhan, tak ada keraguan yang ada hanyalah semangat dan harapan.

menyampaikan apresiasi mendalam atas kesiapan MAN Kota Sawahlunto dalam menyelenggarakan ANBK Tahun 2025 ini. “Kami melihat tidak hanya kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga kesiapan mental dan semangat para siswa. Ini adalah cerminan keberhasilan MAN Kota Sawahlunto dalam membina dan mendidik generasi yang berkarakter dan siap bersaing,” ujarnya dengan penuh haru.

Sementara itu, pengawas madrasah, Mhd. Yustar dan Indra Gani, dengan penuh ketelitian mencermati setiap aspek pelaksanaan. Mereka berdiskusi dengan proktor dan teknisi, mengecek jaringan, dan memastikan bahwa tidak ada kendala teknis yang dapat mengganggu jalannya asesmen. Pengawasan mereka bukanlah pengawasan dalam arti sempit, melainkan bentuk kasih sayang kepada dunia pendidikan yang tengah berjuang untuk terus relevan dan unggul.

Rani Fitria, staf Penmad yang turut hadir, mencatat dan mendokumentasikan setiap proses. Tangannya lincah merekam data, sementara hatinya menyimpan harapan: semoga hasil dari ANBK ini menjadi cermin sejati kualitas pendidikan di madrasah, sekaligus menjadi dasar perbaikan berkelanjutan di masa mendatang.

Kehadiran tim monitoring ini bukan semata-mata untuk memeriksa, tetapi untuk menguatkan. Mereka hadir sebagai saksi perjuangan para guru, siswa, dan seluruh civitas madrasah dalam membangun generasi emas Indonesia Tahun 2045, yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam akhlak dan spiritual.

 

Kontributor : Nofri Hendra

Editor : DTB