SMA Negeri 1 Biak Numfor Rayakan HUT ke-43 dengan Semarak Pentas Tari Yosim Pancar
Laporan Paulus Laratmase
–
Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43, SMA Negeri 1 Biak Numfor menggelar kegiatan Pentas Tari Yosim Pancar yang berlangsung meriah di lingkungan sekolah, Selasa (8/10/2025). Acara ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam melestarikan budaya daerah sekaligus menyalurkan kreativitas generasi muda. Sebanyak 16 tim tari dari berbagai sekolah jenjang SMA se-Kabupaten Biak Numfor turut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini.

Kegiatan yang digagas di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Rudolf Alfred Randongkir, S.Sos, mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan kalangan pendidikan. Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor, John Joseph Soububer, S.STP, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan. Dalam sambutannya, Soububer menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap SMA Negeri 1 Biak Numfor karena konsisten menghadirkan kegiatan positif yang memperkuat karakter pelajar dan memupuk rasa cinta terhadap budaya lokal.
“Kami memberi penghargaan kepada SMA Negeri 1 Biak Numfor yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mengembangkan potensi seni dan budaya daerah. Kegiatan seperti ini harus terus didukung karena menjadi sarana penting dalam membangun karakter, semangat kebersamaan, dan kecintaan terhadap Papua,” ungkap John Joseph Soububer di hadapan para peserta dan undangan.
Sorak-sorai penonton yang memenuhi area sekolah menambah semarak suasana. Setiap tim menampilkan koreografi yang unik dan penuh energi, dipadu dengan kostum berwarna-warni yang menggambarkan kekayaan budaya Papua. Gerak dinamis dan harmoni musik tradisional menjadikan Pentas Tari Yosim Pancar ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga ruang ekspresi seni yang menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan cinta budaya di kalangan pelajar.
Dewan juri yang terdiri atas seniman dan praktisi budaya lokal menilai penampilan peserta berdasarkan empat aspek utama, yaitu kekompakan, kreativitas, teknik tari, dan penampilan keseluruhan. Persaingan berlangsung ketat, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Para peserta berupaya menampilkan yang terbaik demi mengharumkan nama sekolah masing-masing.
Kepala SMA Negeri 1 Biak Numfor, Rudolf Alfred Randongkir, S.Sos, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah untuk menjadikan pendidikan sebagai wahana pembentukan karakter dan pelestarian budaya.
“Kami ingin agar setiap siswa memiliki kebanggaan terhadap identitas budaya Papua. Melalui tari Yosim Pancar, kita belajar tentang kerja sama, kedisiplinan, dan semangat persaudaraan yang merupakan nilai-nilai luhur dalam pendidikan karakter,” ujar Randongkir dengan penuh semangat.
Panitia menetapkan enam kategori juara, yakni Juara 1, 2, dan 3 serta Harapan 1, 2, dan 3. Selain memperoleh hadiah menarik, para pemenang juga berkesempatan membawa pulang piala bergilir yang akan kembali diperebutkan pada setiap perayaan HUT SMA Negeri 1 Biak Numfor berikutnya.
Koordinator Seksi Lomba Tari Yosim Pancar sekaligus guru muatan lokal “Tari Yospan” SMA Negeri 1 Biak Numfor, Dirk Putuhena, S.IP, menegaskan bahwa keberadaan piala bergilir menjadi simbol tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai budaya Papua.
“Piala bergilir menjadi lambang semangat dan komitmen kita untuk terus mencintai budaya sendiri. HUT SMANSA tahun 2025 ini, panitia menggelar Yospan Umum untuk tingkat pelajar dengan tujuan agar sejak dini, budaya Biak dan Papua dicintai serta dihargai sebagai bagian dari kultur yang wajib dijaga dan dilestarikan,” ujar Dirk Putuhena. Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga bangga menjadi bagian dari warisan budaya Papua yang kaya dan bermartabat.