Laporan: Tb Mhd Arief Hendrawan
–
Padang, Suaraanaknegerinews.com, – Dewan Perwakilan Wilayah(DPW) Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan Sosialisasi Investor Dapur MBG bersama yayasan dan Person In Charge (PIC) pengelola dapur MBG se-Sumbar pada Rabu (17/11/2025). Bertempat di Ruang Pertemuan Staf Ahli DPRD Provinsi Sumbar. Acara ini dipimpin langsung oleh Hayan Sunarman, SE., SH, selaku Ketua DPW Asosasi Sumbar.
Turut hadir narasumber utama lainnya yakni Dr. Sayuti, M.Pd., Dt. Rajo Pangulu, Amrizal AN, serta Valentino Gunawan yang memberikan paparan mendalam terkait tata kelola dapur MBG, peluang kemitraan, serta strategi menarik investor sosial.

Dalam paparannya, Hayan Sunarman menegaskan bahwa keberadaan dapur MBG di Sumatera Barat bukan hanya kegiatan sosial, tetapi sebuah gerakan besar yang menghidupkan semangat gotong-royong masyarakat Minangkabau.
“Kita ingin memastikan bahwa tidak ada warga Sumbar yang kesulitan mendapatkan makanan bergizi. Untuk itu, kita harus memperkuat sistemnya, memperbaiki manajemen dapur, dan membuka ruang panggilan hati bagi investor sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Sayuti, M.Pd., Dt. Rajo Pangulu, tokoh yang dikenal aktif dalam gerakan sosial pendidikan dan kemasyarakatan, menekankan pentingnya kelayakan dapur MBG secara administrasi dan operasional. Ia menjelaskan bahwa transparansi adalah kunci kepercayaan publik. “Dapur MBG harus memiliki laporan yang rapi, dokumentasi yang jelas, dan manajemen yang profesional. Investor akan datang bila kita menunjukkan kerja nyata dan sistem yang tertata,” tegasnya.
Narasumber berikutnya, Amrizal AN, memberi penjelasan rinci mengenai skema investasi sosial yang ditawarkan DPW Asosiasi MBGI. Ia memaparkan bagaimana kolaborasi dapat dilakukan melalui bantuan fasilitas dapur, infrastruktur tambahan, dukungan logistik, hingga penyediaan bahan pokok harian.
“Kita bukan hanya membangun dapur, tapi membangun gerakan kebaikan yang berkelanjutan,” katanya.
Pada sesi berikutnya, Valentino Gunawan memberikan pemahaman mengenai aspek teknis standar operasional dapur MBG, mulai dari keamanan pangan, efisiensi kerja dapur, hingga pengaturan relawan. Ia menekankan bahwa dapur MBG harus siap melayani dengan standar yang sama, meskipun dibangun oleh yayasan yang berbeda. “Kita ingin dapur MBG Sumbar menjadi contoh nasional dalam pengelolaan makanan bergizi gratis,” tambahnya.
Para peserta yang hadir berasal dari berbagai yayasan, organisasi sosial, rumah singgah, komunitas dakwah, serta lembaga pendidikan yang selama ini telah menjalankan program makanan gratis. Banyak PIC dapur MBG mengungkapkan tantangan mereka, terutama terkait keberlanjutan pendanaan rutin. Karena itu, sosialisasi mengenai investor sosial ini disambut dengan sangat antusias.
Diskusi berlangsung hangat dan dinamis. Para peserta memberi masukan agar DPW Asosiasi MBGI Sumbar menghadirkan pusat pelatihan manajemen dapur, khususnya bagi pengelola baru yang ingin memulai dapur MBG namun belum memiliki pengalaman. Banyak yang berharap keberadaan asosiasi dapat menjadi pusat koordinasi yang kuat dengan dukungan data dapur MBG yang terintegrasi.
Menutup kegiatan, Hayan Sunarman, SE., SH menyampaikan komitmen DPW Asosiasi MBGI Sumbar untuk terus memperkuat jaringan dapur MBG di seluruh Sumatera Barat. Ia menekankan bahwa gerakan ini akan semakin besar dengan kolaborasi yang solid antara yayasan, PIC, relawan, dan investor yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.
Sosialisasi investor dapur MBG ini menegaskan bahwa gerakan makanan bergizi gratis bukan sekadar program jangka pendek, tetapi investasi sosial yang berkelanjutan bagi generasi masa depan. Melalui kerja sama lintas sektor dan penguatan tata kelola, Sumbar diharapkan mampu menjadi provinsi percontohan dalam pengembangan dapur bergizi gratis di Indonesia.