Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Suara Demokrasi Seorang Guru Awam

Karya Maizelli

Aku hanya guru di ruang kelas sempit
Mengajar kata dan makna di papan yang retak
Tentang hak, tentang suara, tentang rakyat
Namun sering kali suaraku sendiri teredam isak

Mereka bilang, demokrasi itu pilihan
Tapi mengapa yang kecil tak selalu didengar
Apakah suara harus nyaring agar dianggap benar
Atau cukup tulus walau lirih di tengah riuh pasar

Aku ajarkan siswa tentang kebebasan berbicara
Namun di rapat sekolah, suara itu sering berdebu
Mungkin karena aku belum pandai berbahasa kuasa
Atau karena hatiku terlalu malu untuk meniru

Katanya, demokrasi tumbuh dari perbedaan
Tapi di sini, beda sering jadi bahan ejekan
Aku pun bertanya pada diri sendiri perlahan
Apakah aku sudah mendidik mereka jadi insan berperan

Di kelas, aku lihat mata anak-anak berbinar
Ketika bicara tentang cita dan harapan
Mereka percaya suara bisa mengubah keadaan
Dan aku belajar, mungkin dari mereka kebenaran

Demokrasi bukan hanya tentang pemilihan
Tapi tentang mendengar tanpa menghakimi
Tentang memberi ruang bagi pendapat sederhana
Yang mungkin lahir dari hati yang sepi

Aku tak paham teori besar para cendekia
Tak hafal istilah politik yang rumit
Namun aku tahu, adil itu memberi kesempatan
Dan jujur itu napas dari demokrasi yang murni

Maka biarlah aku terus mengajar dengan diam
Menyiram benih keadilan di hati anak bangsa

 

Bionarasi

Maizelli kelahiran Rao, Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 22 Mei 1991. Lulusan Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada tahun 2017 di Universitas Negeri Padang. Saya pernah bekerja sebagai guru honorer di SMK Penerbangan Nusantara Ketaping Padang Pariaman selama 4 tahun, dan saat ini saya sudah pindah mengajar ke SMK Negeri 6 Padang 3 tahun terakhir. Pada tiap sekolah, saya banyak mendapatkan pengalaman mengajar yang berbeda-beda.

Status guru honorer tidak membuat saya berkecil hati bahkan saya selalu ikhlas dan semangat untuk mencapai impian saya menjadi seorang ASN. Sesuai dengan profesi tersebut, saya mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa terutama membentuk karakter generasi bangsa. Di samping itu, saya selalu menjalin kerja sama dan membangun relasi baik dengan unsur pimpinan, sesama guru, karyawan, dan siswa dalam lingkungan sekolah. Saya selalu berusaha menjaga kode etik guru di manapun saya berada. Dalam kesempatan ini saya akan mendeskripsikan betapa cintanya saya terhadap profesi guru ini dan saya senang mengayomi anak didik saya. Pada unit kerja sekarang ini saya dilibatkan menjadi bagian dari tim literasi sekolah, saya diberi tugas sebagai penggagas puisi dalam program Gerakan Sekolah Menulis Buku. Saya sudah menyelasaikan dua cerpen yang berjudul “Tidak Cukup Kata Maaf (2024)”, “Satu Asa dalam Jiwa-jiwa (2024)” dan beberapa puisi juga. Untuk info lebih lanjut silakan follow akun sosial media saya di Instagram (@_meyzelli), Facebook (Meyzelli Izel), dan Email (meizelli22@gmail.com).