April 25, 2026

Sukacita Sakramen Baptisan: Dua Jiwa Diberkati di Pantai, Penantian 20 Tahun yang Terjawab

Oleh : joko

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki_ Suasana haru dan sukacita mewarnai Pantai Weluan pada Minggu sore, ketika dua jiwa memberikan diri untuk dibaptis selam setelah bertobat.

Prosesi sakral ini merupakan bagian dari kegiatan rohani Jemaat GBI Milos Saumlaki, yang dimulai sejak pukul 14.00 WIT dengan persiapan di Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (MILOS) Saumlaki, Jalan Ir. Soekarno, belakang Kantor Pengadilan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Minggu (11/5/25).

Dipimpin langsung oleh Pdt. Helberth S. Wahilaitwan bersama seluruh perangkat Majelis, kegiatan dimulai dengan arahan rohani tentang makna baptisan oleh Ev. Ir. Piet Batilmurik.

Setelah itu, jemaat yang berjumlah sekitar 40 orang menaiki empat mobil dan delapan sepeda motor menuju Pantai Weluan, lokasi yang telah dipilih untuk pelaksanaan sakramen baptisan selam.

Setibanya di pantai sekitar pukul 15.00 WIT, suasana penuh kekhidmatan tercipta melalui pujian, penyembahan, dan doa pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Helberth.

Kemudian, Ev. Ir. Piet Batilmurik menyampaikan firman Tuhan dari Kisah Para Rasul 2:37–39, yang menekankan pentingnya pertobatan sebagai syarat untuk menerima pengampunan dosa dan karunia Roh Kudus.

“Seseorang yang rindu diselamatkan dan menerima karunia Roh Kudus harus terlebih dahulu bertobat secara pribadi, dibaptis secara selam, lalu menerima pengampunan dosa,” ujar Ev. Piet dalam khotbah singkat namun mendalam.

Ia juga mengutip Lukas 15:7 yang menyatakan bahwa malaikat di surga bersukacita atas satu orang berdosa yang bertobat.

Momentum paling mengharukan terjadi saat dua jiwa yang telah bertobat melangkah ke air dan menjalani prosesi baptisan selam.

Isak tangis dan doa mengiringi langkah mereka, termasuk dari seorang anggota KOWAD, perwira menengah TNI, yang dengan mata berkaca-kaca mengungkapkan kegembiraannya.

“Ini penantian selama 20 tahun. Hari ini, akhirnya ayah dan ibu saya mengalami pertobatan dan dibaptis. Tuhan sungguh baik,” ucapnya penuh haru.

Acara ditutup dengan doa syukur oleh Ev. Haris Boritnaban, S.Th., dan dilanjutkan dengan jamuan makan bersama sebagai bentuk persekutuan kasih.

Momen ini bukan hanya menjadi saksi pertobatan dua jiwa, tetapi juga menjadi pengingat akan kuasa kasih Tuhan yang bekerja dalam kesetiaan dan waktu-Nya sendiri.