February 9, 2026

yusuf achmad

Tentang yang menantang—
langkah kecil melawan hari
sepele yang menyimpan belati
lupa seperti kabut di ujung sajadah
dosa… suara bisu dalam batin yang retak

Ada yang mengingat—
seperti bulan yang tak pernah lelah menengok
berkat itu, jatuh perlahan dalam detak
tertanya dalam sunyi: tertentangkah jejak?

Luang,
bukan sekadar waktu yang terurai
uang,uang suciku tertantang
bisa jadi perahu tanpa dayung

Tentang yang hilang
bagai nama di gerimis sore
hirup yang meminjam hidup
duka tertanam di balik senyum warisan
perih yang bertumbuh tanpa suara

Sendiri,
adalah ruang berbatu dalam hati
derita yang menyulam harapan
cinta: tak selalu berumah
dan bersama: belum tentu berakar

Tentang nasib,
tak serupa utara
karib yang pulang sebagai kenangan
yang tertinggal hanya…

Semua tentang itu,
berderet, bergugus, bertanya
tertantangkah oleh waktu yang terus berjalan?

Sudah.
Tapi belum hilang.
Lagi.
Tapi tak kembali.
Mati.
Masih menyimpan rindu.
Illahi—yang menjadi awal dari segala akhir.

Surabaya, 9 – 11-2013