April 19, 2026

Ukur Kemampuan Psikomotorik: Kelas XII MAN Sawahlunto Ikuti Ujian Praktek

IMG-20260202-WA0058

SAWAHLUNTO (Humas) 2 Februari 2026—Pagi itu  Kelas XII MAN Sawahlunto resmi mengikuti Ujian Praktik sebuah ikhtiar akademik untuk mengukur kemampuan psikomotorik, sekaligus menakar kesiapan mereka menutup babak panjang pendidikan menengah.

Ujian praktik bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah cermin yang memantulkan proses panjang belajar: dari teori yang dipahami hingga keterampilan yang diwujudkan. Pada momen ini, pengetahuan tak lagi berhenti di buku; ia bergerak, bernafas, dan bekerja melalui tangan, pikiran, serta sikap para siswa. Di laboratorium, ruang praktik, lapangan, hingga studio sederhana yang disiapkan sekolah, setiap siswa diuji bukan hanya apa yang mereka tahu, tetapi bagaimana mereka melakukannya.

Rangkaian ujian mencakup berbagai mata pelajaran yang menuntut keterampilan nyata. Pada praktik sains, ketelitian dan keselamatan kerja menjadi bahasa utama. Alat-alat laboratorium diperlakukan dengan cermat, prosedur diikuti dengan disiplin, dan hasil dicatat dengan jujur. Di mata pelajaran olahraga, keringat menjadi saksi ketekunan; gerak tubuh berpadu dengan teknik, kekuatan, dan sportivitas. Sementara pada mata pelajaran keagamaan dan keterampilan lainnya, nilai ketepatan, kefasihan, dan keindahan berpadu dalam harmoni.

Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro melalui saluran telepon menegaskan bahwa ujian praktik adalah bagian integral dari penilaian komprehensif. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan MAN Kota Sawahlunto tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga terampil, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan nyata,” ujar Dafril. Pernyataan ini menegaskan arah pendidikan madrasah yang menyeimbangkan ilmu, amal, dan akhlak sebuah fondasi yang relevan di tengah dinamika zaman.

Guru-guru penguji hadir sebagai penuntun sekaligus penilai. Dengan sikap profesional, mereka mengamati setiap detail: ketepatan langkah, kerapian kerja, kejelasan komunikasi, hingga etika selama praktik. Penilaian dilakukan secara objektif, mengacu pada rubrik yang jelas, agar setiap capaian siswa mendapat penghargaan yang adil. Di balik meja penilaian, tersimpan doa agar proses ini menjadi pembelajaran, bukan semata penghakiman.

Bagi para siswa, ujian praktik adalah panggung kecil untuk membuktikan diri. Rasa gugup tak terelakkan, namun di sanalah karakter ditempa. Ada yang menata napas sebelum memulai, ada yang mengulang langkah dalam hati, ada pula yang tersenyum tipis sebagai penawar tegang. Ketika praktik berjalan, keraguan perlahan luruh, digantikan keyakinan bahwa usaha tak pernah mengkhianati hasil.

Pelaksanaan ujian praktik kelas XII MAN Kota Sawahlunto berlangsung tertib dan lancar. Dukungan sarana prasarana yang memadai, perencanaan matang, serta koordinasi yang baik menjadi kunci sukses kegiatan ini. Lebih dari sekadar penilaian akhir, ujian praktik menjadi penanda kedewasaan belajar bahwa pendidikan sejati adalah ketika ilmu menjelma keterampilan, dan keterampilan dipandu nilai.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor: DTB