UNCRI Gelar Ujian Skripsi Ilmu Hukum, Rektor Tekankan Kualitas Alumni
Laporan: Milton De Holet
–
Manokwari, 2025 — Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) melalui Program Studi Ilmu Hukum kembali melahirkan calon wisudawan berkualitas. Sebanyak enam mahasiswa berhasil menuntaskan ujian skripsi yang dilaksanakan pada Sabtu, 27 September 2025, sebagai tahap akhir proses akademik mereka.

Selain itu, dinamika akademik di Program Studi Ilmu Hukum juga terus berjalan aktif. Tercatat dua mahasiswa telah mengikuti ujian hasil, tiga mahasiswa mempresentasikan proposal penelitian, dan dua belas mahasiswa menjalani seminar usulan judul skripsi. Hal ini mencerminkan komitmen UNCRI dalam membina proses akademik secara berkelanjutan dan terukur.
Rektor UNCRI, Prof. Dr. Roberth Kurniawan Ruslak Hammar, S.H., M.Hum., M.M., CLA., dalam arahannya menyampaikan bahwa ujian skripsi adalah momen penting yang menjadi refleksi dari proses panjang seorang mahasiswa sejak awal perkuliahan.
“Skripsi bukan sekadar tugas akhir, tapi cerminan kompetensi Anda. Anda sejatinya sudah diuji sejak semester satu. Judul skripsi yang Anda pilih menunjukkan di mana posisi pemahaman dan fokus keilmuan Anda,” ujar Rektor.
“Ilmu yang Anda dapatkan sedikit, tapi itu pemantik. Di dunia kerja, Anda diuji secara nyata. Jangan berhenti belajar, karena saat Anda berhenti belajar, saat itu pula Anda berhenti bertumbuh. Masyarakat tidak menilai lembaganya, tapi menilai dari kualitas alumninya. Dan dari kualitas alumni inilah, sebuah kampus dikenal luas oleh masyarakat.”
Niluh Gede Susantie, Ph.D., Selesaikan Studi Hukum, Bukti Kolaborasi Ilmu
Salah satu capaian menarik datang dari Niluh Gede Susantie, Ph.D., yang resmi menyelesaikan studi Sarjana Hukum di UNCRI. Sebelumnya, ia telah meraih gelar doktor (Ph.D. In Nursing) di bidang Kesehatan dari Mahsa University, Malaysia.
Keputusan Niluh Gede Susantie untuk menempuh pendidikan hukum mencerminkan semangat kolaboratif lintas disiplin, yang semakin dibutuhkan dalam menjawab tantangan kompleks di masyarakat, terutama pada isu-isu kesehatan publik yang membutuhkan kerangka hukum kuat.
Rektor UNCRI dalam pernyataannya juga menyoroti pentingnya kolaborasi ilmu sebagaimana ditunjukkan oleh Niluh:
“Kolaborasi antara hukum dan kesehatan seperti yang dilakukan oleh Ibu Niluh adalah langkah visioner. Kita tidak bisa menyelesaikan persoalan masyarakat hanya dengan satu pendekatan. Dunia saat ini butuh sinergi antar bidang,” ujarnya.
“Ini adalah bukti bahwa UNCRI terbuka bagi siapa pun yang ingin menempuh pendidikan hukum secara serius dan terarah. Kami bangga atas semangat belajar yang ditunjukkan,” tambahnya.
Melalui moto “Ilmu Pengetahuan untuk Kesejahteraan dan Cinta Kasih”, UNCRI terus berkomitmen membangun budaya akademik yang produktif, relevan, dan membumi. Peningkatan jumlah lulusan tepat waktu menjadi bagian dari misi untuk menghadirkan alumni yang kompeten, berintegritas, dan siap mengabdi bagi masyarakat.