Vindro F.M. Salamor: BNI Saumlaki Hadirkan Inovasi Digital dan Dorong UMKM Lokal di Era Modern
Oleh : Joko
http://suaraanaknegerinews.com | SAUMLAKI — Layanan perbankan kini kian mudah, cepat, dan efisien. Hal ini ditegaskan langsung oleh Vindro FM Salamor , Pemimpin BNI KCP Saumlaki, dalam wawancara eksklusif bersama media Suara Anak Negeri , Selasa pagi (10/6/25), di ruang kerja, kantor BNI KCP Saumlaki, Jalan Bhineka, Kelurahan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“Sekarang buka rekening tidak perlu antre panjang lagi di bank. Lewat mesin Digital Customer Service (DGCS) , cukup membawa KTP elektronik, scan sidik jari, rekening langsung terbuka tanpa perlu ke teller,” ujar Vindro membuka perbincangan.
Selain DGCS, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi Wonder by BNI untuk membuka rekening dari mana saja.
Namun, tetap harus menggunakan KTP elektronik untuk menyesuaikan data diri, termasuk verifikasi sidik jari yang terhubung langsung ke database Dukcapil. Ini untuk memastikan keabsahan data nasabah sekaligus mencegah menutup rekening, seperti penipuan, jelasnya.
Menurut Vindro, validasi biometrik ini membuat proses pembukaan rekening semakin aman dan transparan. Saat sidik jari di-scan, semua data seperti nama, tanggal lahir, hingga foto otomatis muncul dari sistem kependudukan nasional.
“Sekarang orang bisa buka rekening di mana saja, kapan saja. Tidak perlu diputar di jam layanan bank. Apalagi jika lupa PIN ATM, bisa langsung di-reset lewat aplikasi Wonder. Semuanya sudah serba digital,” tambah Vindro.
Untuk layanan umum, BNI menyediakan layanan Call Center yang aktif 24 jam di nomor 1500046, memudahkan nasabah mendapatkan bantuan kapan pun dibutuhkan.

Dukung UMKM Lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Selain transformasi digital, BNI KCP Saumlaki aktif mendorong pertumbuhan UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) . Dengan bunga ringan 6% per tahun atau setara 0,5% per bulan, kredit ini dirancang agar terjangkau oleh pelaku usaha kecil menengah.
“Limitnya bisa sampai Rp500 juta dengan persyaratan yang relatif ringan dibandingkan kredit komersil biasa. Ini program subsidi pemerintah yang kami jalankan secara konsisten sejak 2019. Warga Tanimbar sangat antusias memanfaatkan KUR ini,” katanya.
Salah seorang nasabah BNI mengakui kemudahan program ini. Ia mengaku terbantu dengan pinjaman senilai Rp50 juta, didampingi penuh oleh petugas bank hingga kredit lunas. Kini usahanya berkembang dan mampu berproduksi kembali.
Selain KUR, BNI juga menawarkan produk kredit lain seperti BNI Wirausaha dengan bunga sekitar 11% per tahun, namun fokus utama tetap pada KUR untuk mendorong UMKM lokal.
Mendorong Budaya Transaksi Digital Hingga Pelosok
BNI Saumlaki terus mendorong masyarakat untuk beralih ke transaksi digital, seperti pembayaran QRIS atau gesek kartu tanpa uang tunai. Di desa-desa, edukasi penggunaan aplikasi Wonder by BNI rutin dilakukan.
“Masih ada warga yang belum familiar dengan teknologi, pentingnya edukasi berkelanjutan,” ujar Vindro.
Untuk wilayah terpencil, BNI mengandalkan kehadiran Agen BNI46 , yang berfungsi layaknya ‘bank mini’ di desa. Agen ini melayani penyetoran, penarikan, hingga pembayaran, sekaligus berperan sebagai pelaku UMKM setempat.

Terbuka Terhadap Kritik dan Perbaikan Layanan
Vindro menegaskan, BNI terbuka terhadap kritik dan saran. “Kami menyediakan link khusus bagi nasabah untuk menyampaikan keluhan terkait layanan teller atau customer service. Semua masukan penting bagi peningkatan layanan kami,” katanya.
Selain itu, BNI memastikan ketersediaan petugas ATM 1×24 jam. Nasabah juga dimudahkan dengan mesin setor tunai yang bisa diakses kapan saja, bahkan saat kantor bank tutup.
“Kami ingin semua komplain terselesaikan dengan cepat dan tepat. Tidak ada nasabah yang dibiarkan kecewa,” tegas Vindro.
Peran CSR: Dari Air Bersih Hingga Pendidikan
Dalam aspek tanggung jawab sosial, BNI KCP Saumlaki rutin menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) . Beberapa program yang telah berjalan antara lain bantuan gereja pembangunan, masjid, panti asuhan, pengadaan air bersih di Pulau Matakus, pembagian alat sekolah, hingga sembako untuk masyarakat kurang mampu.
“Untuk tahun ini, CSR tetap berjalan meski proses pencairan masih menunggu. Tahun lalu kami membantu merenovasi rumah ibadah dan membagikan alat tulis sekolah,” tambahnya.
BNI juga sering memanfaatkan KUR untuk menyasar sektor pertanian dan perikanan. Namun Vindro mengakui, di Tanimbar pembentukan kelompok usaha produktif masih menjadi tantangan.

Apresiasi untuk Dukungan Pemda
Di akhir wawancara, Vindro menyampaikan apresiasinya kepada Pemda Kepulauan Tanimbar atas dukungan penuh bagi layanan perbankan.
“Sekarang sinyal komunikasi di desa-desa sudah jauh lebih baik dibandingkan dulu. Bahkan ATM kami sudah bisa ditempatkan di kantor Pemda, ini bukti keterbukaan pemerintah,” jelasnya.
Harapan ke Depan
Vindro berharap BNI terus bertumbuh sebagai bank yang mampu melayani masyarakat Tanimbar dengan lebih baik lagi. “Kami ingin semakin memudahkan transaksi perbankan dan terus mendorong pertumbuhan UMKM lokal agar semakin maju di era digital ini,” tutupnya optimis.