“Wahai Pencari Bahagia”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)
Ilustrasi "Wahai Pencari Bahagia": Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA). Sumber Gambar: Starcom Indonesia's Artworks No. 925-223 (Assisted by AI).
/1/
Wahai Pencari Bahagia
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC
Wahai pencari bahagia,
aku melihatmu berjalan di atas sungai,
mencari hulu yang tak pernah ada.
Kau menyelam ke dalam cermin,
namun hanya menemukan wajahmu sendiri.
Kau mengulurkan tangan ke langit,
namun bintang-bintang tetap berjarak.
Jika bahagia adalah angin,
mengapa kau ingin menggenggamnya?
Jika bahagia adalah cahaya,
mengapa kau ingin menyimpannya di peti?
Duduklah, biarkan ia menyapamu.
Sebab bahagia tidak datang kepada mereka yang lapar,
tetapi kepada mereka yang rela kelaparan demi merasakannya.
Bukittinggi, Sumbar, 2003
/2/
Bahagia yang Datang Seperti Angin Gurun
Puisi Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Aku pernah melihat bahagia—
ia datang seperti angin gurun, membawa harapan yang basah,
namun ketika kugenggam, ia menguap,
meninggalkan jejak asin di telapak tanganku.
Kukatakan padanya, “Tetaplah di sini!”
Namun ia tertawa, menari seperti bayangan di air,
berbisik padaku, “Aku hanya ada jika kau tak menginginkanku.”
Aku pun diam, dan bahagia tumbuh di dalam dadaku.
Aku mengejarnya, dan ia mati di genggamanku.
Bukankah kebahagiaan adalah burung
yang hanya berkicau saat kau tak mencarinya?
Bukittinggi, Sumbar, 2003
/3/
Ketika Bulan Menangis di Telaga
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Aku pernah melihat bulan menangis di telaga,
dan telaga berkata padanya,
“Kenapa kau bersedih, wahai cahaya?
Bukankah gelap yang membuatmu bercahaya?”
Bulan pun diam, sinarnya bergetar.
Dan aku mengerti—
bahagia tidak pernah sendirian,
ia selalu membawa bayangan kesedihan di sayapnya.
Lalu kutanya diriku,
jika aku menolak duka,
apakah aku juga menolak bahagia?
Dan sejak saat itu,
aku biarkan keduanya berpelukan dalam hatiku,
tanpa meminta salah satunya pergi.
Bukittinggi, Sumbar, 2003
/4/
Apakah Engkau Bahagia?
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Aku pernah melihat seorang berusia senja,
duduk di bawah pohon, tersenyum tanpa alasan.
Kutanyakan padanya, “Apakah engkau bahagia?”
Ia tertawa, suaranya seperti dedaunan yang gugur,
lalu ia berkata,
“Apakah ikan bertanya pada air apakah ia basah?”
Aku pun terdiam.
Dan dalam keheningan itu,
aku menemukan kebahagiaan yang tidak membutuhkan nama.
Bukittinggi, Sumbar, 2003
/5/
Jika Kau Ingin Bahagia
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Kau ingin bahagia?
Jadilah seperti gua yang merangkul gema,
seperti langit yang tak cemburu pada awan,
seperti laut yang tak menolak sungai berlumpur.
Bahagia bukan sesuatu yang kau miliki,
tetapi sesuatu yang mengalir melaluimu.
Buka dirimu seperti jendela,
dan lihatlah bagaimana cahaya datang,
bukan untuk dimiliki,
tetapi untuk diteruskan.
Bukittinggi, Sumbar, 2003
——————————————-
Kumpulan puisi yang berjudul “Wahai Pencari Bahagia (puisi no. 1-5) di atas awalnya ditulis oleh Leni Marlina tahun 2003. Puisi tersebut direvisi kembali serta 22 tahun kemudian dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2025.
Leni juga merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat sejak berdiri tahun 2022. Selain itu, ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair dan Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association. Leni pernah terlibat dalam Victoria’s Writer Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.
Leni juga mendirikan dan memimpin komunitas digital / kegiatan lainnya yang berfokus pada bahasa, sastra, literasi, dan sosial, di antaranya:
1. World Children’s Literature Community (WCLC): https://shorturl.at/acFv1
2. Poetry-Pen International Community
3. PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat), the Poetry Community of Indonesian Society’s Inspirations: https://shorturl.at/2eTSB; https://shorturl.at/tHjRI
4. Starcom Indonesia Community (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia):
https://rb.gy/5c1b02
5. Linguistic Talk Community
6. Literature Talk Community
7. Translation Practice Community
8. English Languange Learning, Literacy, Literary Community (EL4C)