April 24, 2026

Warisan Iman dan Panggilan Membagikan Sabda: Renungan RD. Domincs Baldawins Masriat dari UST Manila

Oleh : joko

RD. Domincs Baldawins Masriat: Iman Adalah Anugerah yang Harus Dijaga dan Dibagikan

Dalam perayaan liturgi di Central Seminary, UST Manila, RD. Domincs Baldawins Masriat asal Kepulauan Tanimbar, Maluku mengajak umat untuk mensyukuri warisan iman dan mewujudkannya dalam hidup yang bermakna dan berbagi.

Sejenak Sabda dari Tanah Perantauan

http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Filipina — Sabtu, 26 Juli 2025 — Bertempat di Central Seminary, Universitas Santo Tomas (UST) Manila, suasana hening dan penuh syukur menyelimuti perayaan liturgi yang memperingati Santo Yoakim dan Santa Ana, orangtua dari Santa Perawan Maria.

Di tengah suasana sakral ini, RD. Domincs Baldawins Masriat, seorang imam asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, yang kini melayani sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, menyampaikan renungan mendalam bertajuk Sejenak Sabda.

Melalui refleksi ini, ia mengajak umat untuk merenungi pentingnya menghargai warisan iman, mewujudkan kesaksian hidup, dan membagikan firman Tuhan kepada sesama.

Iman: Harta Warisan yang Tak Ternilai

Renungan dimulai dengan menyoroti bahwa iman Katolik yang kita miliki saat ini bukanlah hasil usaha pribadi, melainkan warisan mulia dari generasi ke generasi. RD. Domincs mengingatkan umat bahwa banyak tokoh iman telah berperan dalam menyampaikan nilai-nilai kekristenan kepada kita semua.

“Kita perlu menghormati Bunda Maria, para rasul, para kudus, bapa-bapa Gereja, guru agama, orangtua kita, dan siapa pun yang setia mengajarkan iman. Tanpa mereka, kita tidak akan mengenal Yesus Kristus Sang Juru Selamat,” tegasnya.

Kesadaran akan asal-usul iman ini menjadi fondasi penting agar umat menjaga dan merawat iman Katolik dengan rasa syukur dan tanggung jawab.

Menjadi Teladan Hidup dalam Komunitas

Pada bagian kedua renungannya, RD. Domincs mengajak setiap orang untuk bertanya pada diri sendiri: apakah hidup kita sudah mencerminkan iman yang sejati? Apakah kita menjadi pribadi yang mampu mewariskan nilai-nilai kekristenan kepada orang lain melalui tindakan, sikap, dan pelayanan?

“Semoga hidup kita sungguh menjadi teladan yang baik, dan semoga saat kita pergi kelak, hidup kita dikenang sebagai cerita indah yang penuh makna,” ungkapnya dengan nada reflektif.

Iman sejati bukan sekadar tentang ajaran yang diketahui, melainkan tentang kehidupan yang dihayati dan diwariskan.

Bersyukur dan Membagikan Sabda Tuhan

Pesan terakhir dari Sejenak Sabda mengajak umat untuk mensyukuri kemampuan memahami isi Kitab Suci, sebab tidak semua orang mendapatkan anugerah tersebut dengan mudah. Karenanya, RD. Domincs menekankan bahwa sabda Tuhan tidak boleh hanya disimpan dalam hati, tetapi perlu dibagikan.

“Anugerah Allah harus dibagikan kepada semua orang. Berusahalah agar kita dapat menjelaskan isi Kitab Suci dengan baik, agar sesama kita juga dapat memahami dan melaksanakannya,” ujarnya penuh semangat.

Renungan ini menjadi panggilan nyata bagi umat untuk menjadi pewarta sabda, baik melalui kata-kata maupun perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kasih Allah Menyertai

Renungan ditutup dengan doa sederhana yang sarat makna: “Ya Allah, berkatilah kami agar kami mampu memahami isi Kitab Suci dan melaksanakannya dalam kehidupan kami setiap hari.”

Doa ini menjadi cermin kerinduan umat untuk hidup selaras dengan kehendak Allah dan menjadikan Kitab Suci sebagai pedoman utama dalam menapaki kehidupan.

Kasih yang Menembus Batas Negara

Melalui Sejenak Sabda yang disampaikan dari tanah perantauan, RD. Domincs Baldawins Masriat menunjukkan bahwa pesan iman dan kasih Tuhan tidak mengenal batas wilayah.

Suaranya sebagai anak bangsa dari Kepulauan Tanimbar, Maluku, kini bergema hingga ke Filipina, mengingatkan umat akan pentingnya menjaga warisan iman dan menjadi saksi Kristus dalam segala situasi dan tempat.