Pastor Pius Heljanan, MSC: “Kita Dipilih untuk Mendengar dan Melihat demi Cinta Kasih”
Oleh : joko
Ketika Mata dan Telinga Menjadi Jalan Keselamatan Sesama
Pesan mendalam dari Pastor Pius Heljanan, MSC pada Sabtu pagi, 26 Juli 2025, mengajak umat untuk lebih peka secara rohani terhadap kebutuhan sesama, melalui indera yang diberkati: mata dan telinga.
Fungsikan Mata dan Telingamu Demi Kebaikan Sesama
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Sabtu Pagi, 26 Juli 2025 — Dalam suasana hening pagi di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, terdengar suara lembut namun tegas dari Pastor Pius Heljanan, MSC.
Beliau menyampaikan pesan spiritual yang menyentuh hati umat dalam refleksi harian: bagaimana kita seharusnya menggunakan mata dan telinga sebagai anugerah Tuhan, bukan sekadar alat indera, tetapi sebagai jembatan untuk menghadirkan kasih kepada sesama.
“Berbahagialah matamu karena telah melihat, dan berbahagialah telingamu karena telah mendengar,” kutip Pastor Pius dari Injil Matius 13:16-17.
Panggilan Hidup Sebagai Pengikut Kristus
Pastor Pius mengingatkan, banyak orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus, namun masih lalai menjalani panggilannya.
Tidak sedikit yang hidup tanpa kepedulian terhadap kebutuhan sesama, bahkan tidak menyadari bahwa anugerah untuk melihat dan mendengar adalah kesempatan langka yang tidak dimiliki semua orang—bahkan oleh para nabi dan orang benar di masa lampau.
“Kita adalah murid Yesus, kita adalah orang pilihan. Kita telah mengalami kebaikan-Nya. Maka sekarang adalah saatnya kita memakai mata dan telinga kita secara rohani,” ujar Pastor Pius dengan penuh kasih.
Melihat Jeritan, Mendengar Kebutuhan
Pastor Pius mengajak umat untuk tidak sekadar membuka mata secara fisik, tetapi membuka mata hati.
Melihat kebutuhan saudara-saudari yang mungkin tersembunyi di balik senyum. Mendengar jeritan hati mereka yang selama ini terbungkam oleh keheningan dan ketidakpedulian.
“Tuhan memakaimu untuk menolong sesama. Gunakanlah matamu untuk melihat kebutuhan mereka, dan telingamu untuk mendengar jeritannya,” pesan beliau menutup renungan paginya.
Iman yang Dinyatakan dalam Aksi Nyata
Renungan ini bukan sekadar ajakan untuk kontemplasi, tetapi undangan untuk bertindak.
Dalam realitas sosial saat ini, khususnya di wilayah Tanimbar yang masih bergumul dengan tantangan kesejahteraan dan keadilan sosial, pesan dari Pastor Pius Heljanan, MSC menjadi suara kenabian yang menyentuh akar persoalan umat: kepedulian.
Sebagai pemimpin spiritual di Kuasi Paroki Hati Kudus Yesus Lauran, Pastor Pius dikenal dekat dengan umat dan selalu mengangkat suara mereka yang terpinggirkan.
Renungan ini menjadi kelanjutan dari komitmennya untuk menjadikan Gereja sebagai rumah yang penuh kasih bagi semua.
Suara Hati untuk Dunia yang Lebih Manusiawi
Dalam dunia yang kian bising oleh ego dan kepentingan, seruan Pastor Pius Heljanan, MSC menjadi pengingat bahwa kita semua punya peran.
Mulailah dari mendengar dengan tulus dan melihat dengan belas kasih. Karena, seperti yang ia katakan, “Tuhan memakaimu untuk menolong sesama.”