Tausiah Religi
KULIAH SHUBUH
Kamis , 13 Nopember 2025 (22 Jumadil Awwal 1447 H)
Oleh Tb Mhd Arief Hdndrawan
–
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه سَيّدِنَا مُحَمَّد
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Marilah kita semua untuk selalu menambah kualitas taqwa kita kepada Allah subhanahu wata’ala, dengan cara menjalankan segala perintah – Nya dan menjauhi segala larangan – Nya.
Dan marilah kita semua selalu mensyukuri nikmat iman dan nikmat sehat yang diberikan oleh Allah ﷻ dengan cara memanfaatkan dengan sebaik mungkin.
Agar selalu menjadi hamba yang bertaqwa dan selalu mensyukuri nikmat Allah ﷻ, haruslah kita selalu menyelaraskan akal, hati, lisan yang bertujuan untuk menjadikan amal sholih yang bermanfaat.
Maka kita harus bisa menempatkan komponen manusia dengan sebaik – baiknya.
Seperti kondisi hati harus senantiasa hidup dan aktif, kondisi lisan harus selalu pasif dan mati, sedangkan badan harus selalu berkarya dan berkreasi.
Dalam salah satu wasiatnya sebagaimana dinukil oleh Syekh Nawawi Al-Bantani berpendapat bahwa tipe manusia dapat dibagi dalam empat kelompok besar yaitu :
1.Pertama, yaitu kelompok manusia yang tidak berlidah dan tidak berhati.
Merekalah para pendurhaka kepada Allah.
Maka janganlah kita sampai tergolong seperti mereka, apalagi berteman dengannya. Golongan inilah yang lazim disebut dengan kaum munafik.
Karena apa yang mereka kerjakan penuh dengan kepalsuan.
2.Kedua, yaitu golongan yang memiliki lisan tetapi tidak berhati.
Mereka berbicara dengan manisnya hikmah namun tidak mengamalkannya. Bahkan mereka mengajak orang – orang untuk menuju Allah ﷻ.
Tetapi mereka sendiri malah menjauhkan diri dari-Nya.
Kepada mereka Syekh Abdul Qadir mewanti-wanti kepada jangan sampai terbujuk keindahan rangkaian kata yang dapat membakarmu bahkan dapat pula kebusukan hatinya membunuhmu.
Masuk dalam kategoni ini juga bahwa, zaman sekarang banyak penceramah dan pendakwah yang mengajak kepada satu kaum sambil menyesatkan dan menjerumuskan ke neraka yang lainnya.
3.Ketiga,yaitu kelompok yang memiliki hati tetapi tidak berlisan.
Merekalah orang mukmin yang disembunyikan Allah ﷻ dari orang lain.
Allah selalu menjaga matanya dengan perasaan hina akan dirinya sendiri.
Dan kepada kelompok inilah Allah memberikan cahaya ke dalam hatinya, sehingga mereka mengerti dampak bergumul dengan sesama manusia serta bahayanya banyak berbicara. Mereka inilah para kekasih Allah ﷻ yang selalu disembunyikan dari melihat kemewahan dunia.
4.Keempat,yaitu orang-orang yang belajar, mengajar serta beramal dengan ilmunya.
Inilah kelompok yang mengerti kebesaran Allah ﷻ. Oleh karena itulah Allah selalu menitipkan berbagai ilmu dan pengetahuan ke dalam hati mereka.
Maka kita harus selalu mendekatkan diri kepada kelompok terakhir ini, jangan sampai kita menjauhinya apalagi menentangnya.
Demikianlah empat macam golongan manusia hasil pengkelompokan Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
Tentunya pengelompokan ini merupakan hasil penelitian yang cermat dengan berbagai pertimbangan yang matang.
Mengingat beliau sebagai seorang sayyidul auliya yang mengetahui dengan persis karakter manusia – manusia yang dicintai maupun yang dibenci Allah ﷻ.
Selanjutnya Syaikh Abdul Qadir menutup nasihat dan hasil penelitiannya ini dengan sebuah penekanan yang berbunyi :
“Ketahuilah bahwa pokok-pokok ajaran zuhud adalah menjauhi berbagai hal-hal yang dilarang, diharamkan Allah ﷻ, baik yang besar maupun kecil.
Dan menjalankan berbagai kewajiban baik yang mudah maupun yang susah.
Serta menyerahkan urusan dunia kepada para ahlinya.
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Dari keterangan di atas marilah kita meraba diri kita sendiri, termasuk ke dalam kelompok manakah diri kita ini.
Janganlah kita menilai orang lain dengan mengelompokkan dalam kelompok yang buruk.
Seperti suka menyesatkan, membid’ahkan, mengkafirkan, dan menerakakan kelompok lain.
Karena menganggap orang lain lebih buruk dari diri kita adalah suatu keburukan sendiri.
Semoga Allah ﷻ selalu menjadikan kita kedalam kelompok orang-orang yang beruntung dan dicintai-Nya.
Meski untuk dapat sampai kepada – Nya kita ditolong oleh hidayah dan rahman-Nya .
Aamiin. 🤲🤲🤲
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Demikianlah Kuliah Shubuh ini
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wa billahit taufik wal hidayah.
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته