May 7, 2026

anto narasoma

1.
affan, affan..!
suara keprihatinan itu
menyalak dari busana hijau yang tersuruk ke aspal

bukan hanya darah
tapi ketakutan itu
bersimbah ke dalam teriakan orang-orang yang terbakar kemarahan

dalam aksi demo
yang merencah ketidakpedulian orang-orang di DPR, kematianmu berkibar
di udara bebas

seperti bendera,
merahmu berceceran bersama teriakan kemarahan atas keserakahan wakil rakyat

2.
maka,
kau seperti debu
yang bertebar dalam gemuruh kemarahan dari ribuan kepala

dari kobaran api demo,
kau tumbang dilindas suasana. doa-doa dan harapan ibumu yang mencair lewat air mata pun, terjajar di aspal

kau bagai serpihan debu
ketika sosokmu rebah
digilas keangkuhan, setelah kendaraan strategi pun menjelma tangan-tangan pencabut kehidupanmu

3.
nyawa tak mampu berteriak ketika roda-roda strategi melumat kehadiranmu
yang papah di tanahmu sendiri

cuaca memang kejam
karena paket kematian singgah setelah kau terseok-seok dalam taburan nasi pesanan yang lupa nyawamu

lalu,
kapan hak-hakmu
menjadi raja di antara suara-suara rakyat
yang tertatih dibebani pajak kemiskinanmu, affan?

Palembang
11 September 2025