May 10, 2026

Anto Narasoma

seperti kemarin,
aceh dan tsunami
berkejaran dalam kenangan

memori yang patah
di atas kejadian itu pun
menitikkan air mata
setelah jeritan orang-orang itu kabur
ke alam kubur

seperti keprihatinan,
air bah bagai badai
yang membentur ketakutan warga

sebab,
gempa pada 9,3 magnitudo itu mengguncang dadaku
di bawah samudera hindia yang melemparkan
kemarahan-Mu

tiba-tiba,
gelombang setinggi ketakutan warga, membawa ukuran kemarahan yang melanda berbagai kehancuran

tiada ampun,
ribuan malaikat
mengusung air bah
setinggi kematian
yang mencabut kisah pilu
dari potongan masalah
atas tsunami-Mu, Tuhanku

hanya masjid rahmatullah lampuuk,
mengucurkan kepedihan
di antara genangan
air mata tsunami pada desember 2004

Palembang,
29 Juni 2024