April 21, 2026
narasoma24

Puisi Anto Narasoma

1.
udara seperti pabrik
pengap dan membara
di batang otak manusia
karena perjalanan virus
yang menggerogoti
kesadaran akan tertawa menjadi gila

lalu keterlantaran hewan
di sudut-sudut jalan
telah menghadirkan ribuan virus lewat perjalanan panjangnya
maka rabies membelah diri dan bereplikasi
ke kulit dan belahan luka
karena gigitan anjing malam

memang,
anjing, kucing, dan kera
begitu lucu dalam pandangan. mereka nenundukkan kepalanya
sebagai kasih sayang
di hari rabies

tapi cerobong asap
dari hidung dan mulut-mulut bervirus
menerbarkan kehancuran
ingatan setelah otak pun
lumpuh di ujung serabut saraf di benakmu

2.
aku seperti sebatang cerutu yang menjadi debu setelah bercumbu
dengan api

maka,
virus-virus rabies
yang bergerak secepat
lokomotif itu, menelantarkan kesehatan diri sendiri
dalam kekusutan
saraf posterior
di benakku

haruskah sejumlah kucing, anjing, kera, dan kelelawar diberondong
kekejian agar virus rabies
tak mampu melangkahkan perjalanannya ke ujung
serabut posterior?

3.
o virus-virus rabies
adalah jelaga pada
hitam putihnya kehidupan kita

dari balik saraf posterior
yang bergerak ke ujung
serabut kematian itu
kau hentikan segenap
pola pikir kecerdasan manusia

maka dari lendir,
air liur, dan gigi-gigi
tajam anjing pada
seekor kucing, bersumpah menggerogoti usiamu
tatkala ajal mendekap
sepersekian detik
dari tawamu
yang terkekeh seperti gila

Palembang
20 September 2023

(Ilustrasi DetikBali)