Alex Runggeary
–
Konon kematian presiden Amerika Serikat John F Kennedy juga ada hubungannya dengan CIA. Sampai hari ini sebab kematian Kennedy masih terus diperdebatkan dengan berbagai teori. Dan hampir kesemuanya menuju ke satu arah negara turut terlibat dalam peristiwa itu Bahkan ada teori lain yang justru berkaitan dengan Papua. Bagimana kisahnya? Ikuti !
Di Indonesia pada masa yang sama Soekarno memberikan ruang lebar kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk ikut aktif secara politik di Tanah Air. Bahkan PKI mengikuti Pemilihan Umum dan memperoleh suara yang patut diperhitungkan di Parlemen.
Adalah Soekarno yang ingin menguji pemikirannya bahwa gabungan Nasionalisme, Agama dan Komunisme harusnya bisa menjadi satu kekuatan bersama tanpa perlu banyak pertentangan yang kemudian melahirkan ideologi NASAKOM. Komunisme diberi angin seiring pengaruh komunisme internaional yang merambah dunia.
Millter Indonesia pada dasarnya tidak setuju Soekarno memberi angin kepada PKI yang dalam perjalanan sejarahnya berlumuran darah seperti peristiwa Madiun. Tetapi mereka tidak mungkin bisa konfrontatif dengan Soekarno Pemimpin Besar Revolusi dan yang juga Presiden Seumur Hidup itu
Perkembangan Komunis di Indonesia samasekali tidak diinginkan oleh Amerika sebagai polisi dunia yang telah membuktikan menang PD-2. Amerika ingin komunis tidak berkembang. Apalagi mempengaruhi Indonesia sebagai benteng terakhir melindungi Australia, Salandia Baru dan negara negara kecil di Pasifik.
Kennedy kemudian berkonsultasi dengan penasehat keamanannya Alen Dules. Pada masa yang sama Indonesia sedang bersiap berperang dengan Belanda yang membentuk Negara Papua Merdeka pada 1 Desember 1961. Pada tanggal 19 Desember yang hanya beberapa pekan setelah Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Papua Barat.
Perangpun tak terhindarkan Namun ada satu peristiwa penting yang menjadi tonggak sejarah yaitu Peristiwa Laut Aru pada 15 Januari 1962 di mana Komodore Yos Sudarso gugur. Peristiwa ini sendiri menjadi tanda tanya, mengapa kapal perang Belanda dan pesawatnya sepertinya telah siap menunggu dekat Tekuk Etna kedatangan kapal cepat Indonesia tepat pada koordinat yang sama? Konon ada bocoran informasi intelijen yang sampai ke pihak Belanda dari pangkalan AS di Filipina. [ Bayang – Bayang Intervensi Greg Poulgrain ]
Amerika berkeinginan agar dapat membantu Indonesia mencegah komunisme tetapi cara masuknya belum menemukan jalan yang tepat. Soekarno sendiri ingin agar Papua menjadi bagian Indonesia sebagaimana ikrar TRIKORA itu.
Amerika memenfaatkan peristiwa Laut Aru untuk membujuk Belanda dan Indonesia agar berunding. Tujuan Amerika tetap menjadi yang utama: (1) Membujuk Belanda meninggalkan Papua Barat, ( 2) Membatalkan Papua Merdeka. (3) Menyerahkan Papua (lewat kesepakatan dalam perundingan) kepada Indonesia, dan sebagai gantinya, (4) Mencegah Komumisme masuk ke Indonesia
Itu politik luar negeri Amerika yang resmi dari pemerintahnya pada saat itu. Namun di balik itu ada agenda tersembunyi dari Alen Dules: (1) Menyingkirkan Soekarno yang juga teman baik Presiden John F Kennedy, (2) Menguasai Tambang Emas Terbesar di Papua. Agenda Alen ini sama sekali tak diketahui Kennedy.
Kennedy sendiri popularitasnya jatuh ketika gagal dalam peristiwa penyerangan Takuk Babi – Cuba. Ia memiliki banyak musuh dalam selimut seperti Alen. Banyak pula anggota keamanan Gedung Putih yang tidak suka dengan kelakuan Kennedy yang terbiasa mengundang cewek cantik berenang di kolam renang istana pada saat ibu negara tidak di tempat. Dalam salah satu pidatonya menampakkan kelemahan kebijakan luar negerinya terutama tehadap Rusia. Ia semakin tidak disukai oleh kelompok garis keras dalam pemerintahannya termasuk Alen yang diam diam berseberangan dengannya.
Setelah peristiwa Laut Aru itu Amerika dalam hal ini Alen membujuk Belanda dan Indonsia untuk berunding yang dilakukan pada 23 Maret 1962 sampai dengan 15 Agustus 1962 yang kemudian dikenal dengan New York Agreement. Perundingan ini sendiri dilakukan di luar kota New York di Ranch/ Kandang Sapi milik salah seorang teman Alen. Jadi bukan di gedung PBB sebagaimana kebanyakan pemikiran orang. Tetapi menang Perjanjian ini setelah itu dicatatkan sebagai dokumen PBB
Prinsip dari perjanjian ini adalah Belanda menyerahkan wilayah sengketa Papua Barat ke Indonesia melalui UNTEA – United Nations Temporary Authority dan mengingat Papua Barat adalah bagian perlindungan dari Piagam PBB yang mewajibkan kepada semua penguasa daerah jajahan yang rakyatnya belum mampu menentukan nasib mereka sendiri diberikan kesempatan kepada mereka untuk menentukan nasib mereka sendiri. Inilah yang kemudian terjadi dengan Penentuan Pendapat Rakyat Papua pada 1969.
(Bersambung)
———————————-
29 November 2025