January 23, 2026

Arca Kristus Raja Disambut Meriah di Rukun Santo Christoforus Saumlaki

Oleh : Johanis Kopong
Kehadiran Kristus Raja Disambut Penuh Syukur dan Budaya Tanimbar di Rukun Santo Christoforus

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 4 Juli 2025 — Suasana penuh sukacita dan keheningan menyelimuti lingkungan Rukun Santo Christoforus, RT 001/ RW 04, Kelurahan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Pada Jumat sore, ratusan umat dari berbagai kalangan usia menyambut kedatangan arca Kristus Raja Semesta Alam yang dihormati dalam suasana khidmat dan penuh semangat budaya lokal.

Kegiatan ini dipandu oleh Ketua Rukun, Ibu Tina Subitmele/Ratuanak, yang mengarahkan jalannya doa, prosesi, dan penyambutan arca dengan penuh penghayatan.

Lingkungan Berhias: Warna-Warni Bendera dan Nuansa Budaya

Sejak pagi, warga rukun telah mempersiapkan segala sesuatu dengan penuh cinta dan gotong royong. Bendera hias, bendera Merah Putih, serta bendera Kristus Raja berkibar di setiap sudut lingkungan. Rumah doa rukun bahkan telah dibangun secara permanen sebagai simbol dedikasi dan kekuatan iman warga.

Salah satu momen yang menggugah adalah hadirnya tarian tradisional Tanimbar “Duan Lolat” yang dipentaskan anak-anak dan remaja rukun.

Para umat juga mengenakan kostum khas dengan syal tenun, memperkuat sentuhan budaya lokal dalam perayaan iman ini.

Doa Penghormatan: Kristus Raja Hadir di Tengah Rukun

Acara dimulai dengan Tanda Salib, diikuti dengan Nyanyian Kristus Raja yang membangkitkan semangat umat. Kemudian, umat secara bersama-sama memanjatkan Doa Penghormatan kepada Kristus Raja Semesta Alam.

“Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam, selamat datang di lingkungan rukun kami… Kami mohon, tinggallah di dalam rukun kami ini dan kuasailah kami.”

Dalam suasana syahdu, doa tersebut menjadi bentuk penyerahan penuh dari umat rukun kepada Kristus Raja, sebagai pusat kehidupan dan sumber pengharapan.

Isi doa mencakup harapan untuk hidup berdasarkan nilai Injil: rukun, bijaksana, saling menyayangi, tolong-menolong, dan hormat-menghormati. Umat juga memohon berkat bagi anggota rukun yang sedang sakit, lansia, janda, duda, anak-anak yatim piatu, serta sanak saudara di tanah perantauan.

Doa dan Berkat Pastor Paroki

Setelah doa penghormatan, umat melanjutkan dengan Doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan, yang mengalirkan kekuatan batin bagi seluruh warga. Kolekte dikumpulkan diiringi lagu “Ajarilah Kami Bahasa CintaMu”, sebagai simbol persembahan kasih dari hati umat.

Acara ditutup dengan Berkat Penutup oleh Pastor Paroki Santo Mathias Saumlaki, RD Max James Tharob, yang menegaskan pentingnya kehidupan iman yang tumbuh dari lingkungan rukun kecil.

“Kita tidak hanya menyambut Kristus Raja secara simbolik, tetapi mengundang-Nya untuk tinggal di hati dan hidup kita,” ujar RD Max dalam pesan penutupnya.

Iman dan Budaya Menyatu: Kristus Raja di Tengah Umat

Prosesi ini tak hanya menjadi bentuk penghormatan iman, tetapi juga perwujudan hidup komunitas yang rukun dan peduli.

Penyambutan arca Kristus Raja menjadi momen spiritual yang meneguhkan nilai kasih, persaudaraan, dan budaya lokal, yang menjadi kekuatan khas umat Tanimbar.