May 2, 2026
Era Nurza

Di ujung senja kutatap cakrawala,
langit menjanjikan oasis
namun tiap langkah hanya
jejak luka yang tak pernah nyata

Kau datang bagai hujan di musim kemarau
mengguyur dahaga yang kubangun dari doa
tapi rindumu tak lebih dari bayang kabut
hilang sebelum sempat kurasa

Kata-katamu madu yang bersayap duri
menari di lidah membakar di hati
janji-janji itu puisi berwajah palsu
mengelabui logika dengan nyala semu

Kupahat namamu di nadi harapan
dengan pena kepercayaan yang kini patah
sebab engkau bukan cinta
hanya ilusi berbalut cinta
Fatamorgana, kau tirai indah di gurun sengsara
yang kusangka pelabuhan
ternyata pusara

 

Jakarta, Juli 2025