Fatamorgana
Era Nurza
–
Di ujung senja kutatap cakrawala,
langit menjanjikan oasis
namun tiap langkah hanya
jejak luka yang tak pernah nyata
Kau datang bagai hujan di musim kemarau
mengguyur dahaga yang kubangun dari doa
tapi rindumu tak lebih dari bayang kabut
hilang sebelum sempat kurasa
Kata-katamu madu yang bersayap duri
menari di lidah membakar di hati
janji-janji itu puisi berwajah palsu
mengelabui logika dengan nyala semu
Kupahat namamu di nadi harapan
dengan pena kepercayaan yang kini patah
sebab engkau bukan cinta
hanya ilusi berbalut cinta
Fatamorgana, kau tirai indah di gurun sengsara
yang kusangka pelabuhan
ternyata pusara
Jakarta, Juli 2025