May 26, 2026

Pentingnya Generasi Muda Lebih Mencintai Museum Sebagai Sumber Belajar, Inspirasi, dan Rekreasi

Museum Negeri Provinsi Lampung. (Foto: Wikipedia)

Museum Negeri Provinsi Lampung. (Foto: Wikipedia)

Bandar Lampung, suaraanaknegerinews.com – Satria Utami Dewi selaku Kepala UPTD Museum Negeri Provinsi Lampung menekankan pentingnya generasi muda lebih mencintai museum sehingga dapat memanfaatkan museum secara maksimal, baik sebagai sumber belajar, sumber inspirasi, dan rekreasi.

Satria Utami Dewi melanjutkan, sesuai dengan fungsi museum secara umum yaitu preservasi, riset, dan komunikasi, maka maksud dan tujuan didirikannya  Museum Negeri Provinsi Lampung adalah untuk preservasi (melestarikan) benda-benda yang terkait dengan alam, sejarah, dan kebudayaan Lampung, kata Satria beberpa waktu yang lalau pada suaraanaknegerinews.com.

“Kemudian dilakukan riset (kajian) terhadap benda-benda tersebut yang pada akhirnya benda-benda dan hasil riset tersebut dikomunikasikan kepada masyarakat untuk memantapkan jati diri Sai Bumi Ruwa Jurai”, papar Satria.

Pada kesempatan ini juga, Satria menyampaikan sejarah singkat, program unggulan, koleksi serta pesan dan harapannya terkait  Museum Negeri Provinsi Lampung.

Perintisan Museum Negeri Provinsi Lampung menurut Satria dimulai pada tahun 1975, mulai dari penentuan lokasi, benda-benda apa saja yang akan dijadikan koleksi, dan lain-lain. Pada tanggal 13 Juni 1978 dilakukan peletakan batu pertama oleh Supangat yang pada waktu itu menjabat sebagai kepala Depdikbud Kanwil Lampung, beber Satria.

“Baru pada tanggal 24 September 1988 Museum Lampung diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hassan. Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional di PKOR Way Halim. Penambahan kata “Ruwa Jurai” di belakang nama Museum Lampung pada tanggal 1 April 1990 melalui Surat Keputusan Menteri”, ungkap Satria.

Adapun program unggulan  Museum Negeri Provinsi Lampung di tahun 2025 adalah Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan dan Permuseuman untuk tingkat SMP/MTs. Pemenang dari LCC tersebut akan dikirim ke kompetisi LCC tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta, imbuh Sstria.

Tak hanya itu,  Museum Negeri Provinsi Lampung terbuka menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Kerja sama yang telah terjalin antara lain dengan universitas, sekolah, komunitas, penggiat budaya, dan sebagainya. Kerja sama terbaru saat penandatanganan MoU dengan Fakultas Teknik Universitas Lampung pada tahun 2024, ucap Satria.

“Museum Negeri Provinsi Lampung memiliki 4830 koleksi yang terdiri dari 10 jenis koleksi. Koleksi favorit pengunjung tergantung latar belakang pengunjung. Misalnya pengunjung ibu-ibu tertarik pada koleksi kain adat / wastra Lampung (tapis, kain inuh, kain kapal, sebagi, dan lainnya”, kata Satria.

Masih kata Satria, pengunjung anak usia dini tertarik pada koleksi Biologika (hewan-hewan langka yang sudah diawetkan), pengunjung pelajar SMP-SMA tertarik pada koleksi arkeologika & historika (seperti nekara & bejana perunggu), dan lain sebagainya.

“Pesan untuk pengunjung Museum Lampung, lebih memperhatikan tata tertib pengunjung. Setelah melakukan kunjungan, diharapkan pengunjung dapat memberikan pesan, kesan, kritik, dan saran yang akan berguna untuk perbaikan Museum Negeri Provinsi Lampung ke depannya”, tandas Satria. (Arsiya Oganara)