April 20, 2026
Bisikan Hati illustration

Yusuf Achmad

Aku bingung,
Apakah harus kuucapkan, apakah harus kutuliskan, apakah harus kukatakan, apakah itu berarti.
Sesaat, aku diam, aku bermimpi, aku berpikir, aku bertanya, apakah itu berharga.
Tak terduga, hatiku berdebar, benakku gelisah, batinku resah, jeritku terpendam, meskipun,
Bukan kalimat indah, bukan ungkapan manis, bukan kata lembut, huruf saja, inisial saja, tersimpan.

Beribu, berjuta, bermiliar, bertrilyun makna dalam hati, rasa dalam jiwa.
Rintih dalam dada, ratap dalam raga, harap dalam doa, sayang dalam nada,
Halang dalam rintang, luang dalam bayang.
Rintang dalam hidup, bayang dalam mimpi, remang dalam kenang, kenang dalam cinta,
Terjang dalam cita, cita dalam cinta.

Dalam gelapnya malam, perempuan-perempuan kuat berdiri tegak,
Menghadapi gemerlap bisnis yang tak pernah padam.
Langkah-langkah penuh semangat, tak gentar menghadapi tantangan,
Di bawah cahaya neon yang berkilau, mereka berjuang dalam keheningan malam.

Laksana angin malam yang merayu lembut dedaunan,
Hatiku berbisik, benakku bercerita, batinku menjerit dalam diam.
Rasa yang terpendam dalam bahasa tanpa kata,
Menyusup lembut seperti bayang di ujung senja.

Laksana samudera yang memeluk ombak,
Rasaku meluap, mengalir, melingkari batas antara harap dan kenyataan.
Kenangan terpendam dalam rindu yang membara,
Menyala dalam hati, menghangatkan setiap nadiku.

Untukmu, namamu, kamu, jantungku.
Setiap makna yang terurai dalam rasa,
Mencipta simfoni indah dalam batinku.
Laksana bintang yang menari di langit malam,
Cintaku berkilauan, menggapai muara hatimu.

Surabaya, 10-10-2023