April 17, 2026

Brimob di Ujung Selatan: Menjaga Tanimbar dengan Hati dan Tanggung Jawab

Oleh: joko

IPTU Yohannes Persulessy: Meneruskan Pengabdian Ayah di Tanah Tanimbar, Menembus Kepulauan, Mengayomi Negeri

Silaturahmi Media dan Brimob: Sinergi Menjaga Kedamaian di Kepulauan Tanimbar

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Suasana hangat pagi itu terasa di Markas Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku, di Desa Olilit, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Senin (20/10/25).

Dua insan media, Djefri Ranglalin dari RRI dan Johanis Kopong dari Info86news.com, bersilaturahmi dengan Komandan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Brimob Polda Maluku, IPTU Yohannes Persulessy.

Pertemuan itu bukan sekadar kunjungan biasa. Lebih dari itu, menjadi ruang dialog yang menggambarkan betapa eratnya sinergi antara aparat keamanan dan media di wilayah kepulauan yang jauh dari pusat perhatian ini.

Menjaga Keamanan, Merawat Kedamaian

“Sebagai anggota Brimob, saya tetap mengutamakan keamanan masyarakat Tanimbar,” tutur IPTU Yohannes Persulessy membuka percakapan dengan nada tegas namun bersahabat.

Ia menegaskan bahwa tugas menjaga ketertiban tidak bisa dilakukan sendiri. “Kami bekerja atas perintah pimpinan, dan harus selalu berkoordinasi dengan TNI, Pemerintah Daerah, serta Polres agar keamanan wilayah ini terjaga. Kuncinya adalah kebersamaan,” ujarnya.

Di balik wajah tegasnya, tersimpan pandangan humanis. “Media adalah mitra kami. Dalam berbagai situasi di lapangan, kami sering berkoordinasi dan terbantu oleh pemberitaan media. Komunikasi yang baik membuat kerja kami lebih efektif,” tambahnya.

Latihan dan Kesiapsiagaan di Daerah Kepulauan

IPTU Persulessy menjelaskan, setiap personel Brimob di Tanimbar senantiasa mempersiapkan diri melalui latihan rutin agar siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan.

“Kemarin kami turun langsung ke Pulau Selaru untuk mengamankan beberapa desa. Kami ingin masyarakat tahu bahwa Brimob hadir, mampu, dan siap menjaga wilayah mereka,” jelasnya.

Namun, tantangan di wilayah kepulauan tidaklah ringan. “Transportasi laut dan jarak antarpulau sering menjadi kendala. Selain itu, ada juga tantangan sosial, seperti pengaruh minuman keras di beberapa wilayah adat. Dalam kondisi seperti itu, kami harus sabar dan bijak menghadapi masyarakat,” ujarnya.

Dekat dengan Masyarakat, Hadir untuk Semua

Selain menjaga keamanan, personel Brimob juga aktif menjalin hubungan sosial dengan masyarakat. Setiap hari mereka melaksanakan patroli dan sambang ke pasar, pantai, dan tempat keramaian, memastikan warga merasa aman.

Bahkan, jika ada permintaan bantuan dari tokoh agama atau jemaat, mereka dengan sukarela membantu secara fisik membangun rumah ibadah.

“Ini bagian dari pengabdian kami. Kami ingin masyarakat melihat Brimob bukan hanya pasukan bersenjata, tapi juga bagian dari mereka,” tutur IPTU Yohannes.

Menjaga Warisan Pengabdian

Dalam perbincangan yang mengalir hangat, IPTU Yohannes sempat menyinggung sosok ayahnya yang menjadi teladan hidup.

“Saya bangga bisa bertugas di Tanimbar. Ini bukan sekadar tugas, tapi juga panggilan hati. Almarhum ayah saya, Yakob Persulessy, dulu pernah menjabat sebagai Camat Tanimbar Selatan pada tahun 1980-an. Beliau sangat dicintai masyarakat atas pengabdiannya, bahkan ketika Kabupaten Kepulauan Tanimbar belum terbentuk,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

“Karena itu, saya ingin melanjutkan jejak beliau, mengabdi dengan tulus, menjaga masyarakat Tanimbar seperti keluarga sendiri.”

Sinergi untuk Tanimbar yang Aman dan Harmonis

Silaturahmi antara Brimob dan insan media itu menjadi cermin kolaborasi yang patut dijaga. Di wilayah kepulauan yang terisolasi oleh laut dan waktu, sinergi antara aparat, pemerintah, dan media menjadi penopang utama terciptanya kedamaian.

“Harapan saya sederhana,” tutup IPTU Yohannes.“Semoga kami bisa terus menjalankan tugas dengan baik, dan media tetap menjadi mitra kami dalam menjaga kepercayaan masyarakat.”

Kunjungan silaturahmi ini memperlihatkan wajah lain dari Brimob: bukan semata kekuatan taktis, tetapi juga pelindung masyarakat yang menjunjung nilai kemanusiaan.

Di ujung selatan Nusantara, Brimob Tanimbar menjadi bukti nyata bahwa pengabdian tidak mengenal batas darat dan laut, hanya dedikasi untuk negeri.