Bupati Biak Numfor Tegaskan Transparansi dan Keadilan dalam Pengelolaan Dana Hibah ASN, Soroti Masalah di Dinas Pendidikan dan Kesehatan
SuaraAnakNegeri April 8, 2025Laporan Paulus Laratmase
–
Pada momentum Apel Gabungan dan Halal Bi Halal Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Biak Numfor pada Selasa, 8 April 2025, Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, S.H., M.M., menyampaikan arahan yang tidak hanya mengandung pesan moral, tetapi juga kritik tajam terhadap berbagai praktik yang terjadi dalam pengelolaan anggaran dan pelayanan publik di instansi pemerintahan.
Dalam suasana yang penuh kehangatan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Bupati Markus mengawali arahannya dengan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh ASN yang beragama Islam, seraya memohon maaf lahir dan batin. Namun, suasana yang semula penuh dengan keheningan dalam rangka Halal Bi Halal berubah menjadi ajang diskusi antara senang dan cemas, saat Bupati memberikan penekanan serius mengenai masalah pengelolaan dana hibah dan pelayanan publik yang selama ini menjadi sorotan.
https://youtu.be/lD2ltobwlCA
Bupati Markus O. Mansnembra menegaskan bahwa pengelolaan dana hibah untuk peningkatan sumber daya manusia aparatur selama ini masih menunjukkan adanya keberpihakan terhadap pihak-pihak tertentu, terutama keluarga dan kerabat pejabat, yang sangat tidak bijaksana. “Kepala OPD seperti ini sangat tidak bijaksana,” tegas Bupati Markus, sambil menambahkan bahwa pada tahun 2025, dana hibah akan ditandatangani langsung oleh Bupati sendiri untuk memastikan transparansi dan keadilan.
Terkait dengan Dinas Pendidikan, Bupati Markus secara tegas mengungkapkan kekecewaannya terhadap praktik yang terjadi selama tahun 2024, di mana masih banyak orang yang berhak menerima bantuan hibah untuk pendidikan, namun hak-hak tersebut disalahgunakan oleh beberapa pihak. Ia juga menyoroti kasus di mana beberapa pegawai yang tidak memenuhi standar etika dan moral malah diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi S2 menggunakan dana hibah. Bupati mengingatkan agar semua pejabat tidak mengambil hak orang lain, apalagi yang tidak mampu.
Salah seorang ASN yang tidak mau disebutkan namanya kemudian menimpali pernyataan Bupati dengan melontarkan keluhan mengenai adanya pegawai yang dipindahkan ke kantor meskipun memiliki masalah amoral, dan malah diberikan kesempatan untuk kuliah dengan dana hibah. Bahkan, menurut pengakuannya, ada pegawai yang bisa kuliah di dua universitas secara bersamaan dan mendapatkan beasiswa, serta dijanjikan dengan jabatan-jabatan strategis. Ia juga mengungkapkan bahwa perjalanan dinas yang seharusnya menjadi hak pegawai di kantor justru diberikan kepada keluarga pejabat, termasuk istri, saudara, dan anak-anak mereka.
Bupati Markus menanggapi hal ini dengan serius, dan menekankan bahwa seluruh jabatan strategis di pemerintahan harus diisi oleh mereka yang benar-benar layak, dan segala fasilitas perjalanan dinas harus diberikan secara tepat sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi praktik penyalahgunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi atau keluarga.
Selain itu, Bupati Markus juga mengingatkan pentingnya pelayanan publik, terutama di bidang kesehatan. Ia menyoroti keluhan masyarakat terkait pelayanan di Dinas Kesehatan dan meminta agar setiap pelayanan yang tidak sesuai dengan standar segera diperbaiki. “Terkait hak-hak masyarakat yang harus hidup sehat, jika ada pelayanan tidak sesuai dengan standar, maka telepon akan berbunyi,” ujar Bupati dengan tegas. Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi pungutan liar yang terjadi dalam proses administrasi di Dinas Kesehatan.
Selanjutnya, Bupati Markus juga menyinggung masalah pelayanan ASKES yang sering dikeluhkan oleh masyarakat. Ia meminta Plt. Sekretaris Daerah untuk segera menyurat kepada PT. Askes agar memberikan penjelasan lebih rinci mengenai hak-hak rakyat, terutama ASN yang setiap bulan gajinya dipotong untuk biaya kesehatan. Bupati menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus prima dan tidak boleh diabaikan oleh pihak PT. Askes.
Apel gabungan kali ini memang menciptakan suasana yang berbeda dari biasanya. Bupati Markus O. Mansnembra tidak hanya memberikan arahan yang bersifat administratif, tetapi juga berusaha membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan seluruh ASN.
Dalam kesempatan ini, Bupati menegaskan kembali komitmennya untuk menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan yang adil kepada masyarakat. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintahan Kabupaten Biak Numfor tengah berupaya keras memperbaiki berbagai aspek pengelolaan sumber daya manusia dan pelayanan publik demi menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat.